Jakarta: Polisi akan memeriksa tim kreatif Baim Wong dan Paula Verhoeven terkait kasus konten prank laporan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Tim kreatif Baim Paula diduga mengetahui dan mengikuti hingga konten tersebut tayang di YouTube.
"Tim-timnya dia juga akan diperiksa. Kan dia ikut," kata Kasie Humas Polres Jakarta Selatan AKP Nurma Dewi, ketika dihubungi, Sabtu, 8 Oktober 2022.
Namun, Nurma tidak menjelaskan berapa orang yang akan diperiksa. Dia menegaskan pihaknya hanya akan memeriksa tim Baim Paula yang ikut dalam pembuatan konten dari awal hingga akhir.
"Yang jelas tidak semua diperiksa. Itu kan di situ ada yang ikut dari awal sampai akhir," ujar dia.
Sebelumnya, Baim Wong dan Paula Verhoeven menghadiri pemeriksaan dalam kasus prank KDRT di Polres Jakarta Selatan, pada Jumat, 7 Oktober. Baim mengeklaim konten prank tersebut untuk mengetahui respons polisi ketika melaporkan kasus KDRT.
"Kenapa saya lakuin? Saya mau tahu reaksi kepolisian itu seperti apa ketika memang kalau Paula itu yang melaporkan ke konteks yang kadang-kadang kita pun salah," ujar Baim.
Baim mengatakan polisi yang ditemui Paula saat melapor justru memberikan jawaban bijaksana. Baim menyebut polisi itu tidak menjadikan bahan viral ketika Paula melapor. "Malah dia bilang, lebih baik didamaikan, takut menjadi viral," kata.
Baim mengaku respons polisi tersebut positif dan ia meminta untuk didokumentasikan.
"Saya minta dokumentasi supaya masyarakat melihat ini loh kepolisian bagus seperti ini. Ini saya beneran demi Allah. Saya enggak melebihkan, enggak mengurangkan. Enggak karena adanya ini, saya jadi jawabannya begini," ujar dia.
Jakarta:
Polisi akan memeriksa tim kreatif
Baim Wong dan Paula Verhoeven terkait kasus konten prank laporan kekerasan dalam rumah tangga (
KDRT). Tim kreatif Baim Paula diduga mengetahui dan mengikuti hingga konten tersebut tayang di YouTube.
"Tim-timnya dia juga akan diperiksa. Kan dia ikut," kata Kasie Humas Polres Jakarta Selatan AKP Nurma Dewi, ketika dihubungi, Sabtu, 8 Oktober 2022.
Namun, Nurma tidak menjelaskan berapa orang yang akan diperiksa. Dia menegaskan pihaknya hanya akan memeriksa tim Baim Paula yang ikut dalam pembuatan konten dari awal hingga akhir.
"Yang jelas tidak semua diperiksa. Itu kan di situ ada yang ikut dari awal sampai akhir," ujar dia.
Sebelumnya, Baim Wong dan Paula Verhoeven menghadiri pemeriksaan dalam kasus prank KDRT di Polres Jakarta Selatan, pada Jumat, 7 Oktober. Baim mengeklaim konten prank tersebut untuk mengetahui respons polisi ketika melaporkan kasus KDRT.
"Kenapa saya lakuin? Saya mau tahu reaksi kepolisian itu seperti apa ketika memang kalau Paula itu yang melaporkan ke konteks yang kadang-kadang kita pun salah," ujar Baim.
Baim mengatakan polisi yang ditemui Paula saat melapor justru memberikan jawaban bijaksana. Baim menyebut polisi itu tidak menjadikan bahan viral ketika Paula melapor. "Malah dia bilang, lebih baik didamaikan, takut menjadi viral," kata.
Baim mengaku respons polisi tersebut positif dan ia meminta untuk didokumentasikan.
"Saya minta dokumentasi supaya masyarakat melihat ini loh kepolisian bagus seperti ini. Ini saya beneran demi Allah. Saya enggak melebihkan, enggak mengurangkan. Enggak karena adanya ini, saya jadi jawabannya begini," ujar dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(AZF)