Jubir KPK Bantah Mendiskreditkan Eks KSAU
Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah. (Foto: MI/Susanto).
Jakarta: Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah membantah telah menjelekkan mantan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI (Purn) Agus Supriatna. KPK memperlakukan sama terhadap semua saksi.

"Saya kira tidak benar, ya tentu tidak ada pernyataan-pernyataan ataupun respons-respons yang disampaikan oleh KPK yang ingin mendiskreditkan pihak lain," kata Febri saat dikonfirmasi, Rabu, 6 Juni 2018.

Baca juga: Eks KSAU Merasa Didiskreditkan Jubir KPK


Dalam proses hukum, jelas dia, ketika dilakukan pemanggilan dan saksi itu tidak hadir, tentu menjadi hak publik untuk tahu apakah pemeriksaan dilakukan atau tidak. Ia tak tahu apakah ada kekurangan informasi yang diterima oleh Marsekal Agus atau tidak. Yang pasti, kata dia, KPK bertanggung jawab menyampaikan informasi kepada publik terkait pemeriksaan saksi.

"Kalau ada saksi yang dipanggil tentu semua saksi berlaku sama. Kecuali saksi yang memang termasuk dalam perlindungan hukum atau yang lain-lain yang perlu dirahasiakan itu berbeda lagi," ujar dia.

Agus sebelumnya merasa dijatuhkan Febri. Dia merasa dicemarkan dalam perkara dugaan korupsi pengadaan helikopter Augusta Westland (AW-101) tahun anggaran 2016-2017.

"Saya ini sudah dua kali merasa didiskreditkan oleh Juru Bicara KPK," kata Agus di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta.

Pertama, kata dia, Febri menyebut dirinya sudah kembali umrah pada 8 Desember 2017. Namun, ia berdalih baru kembali ke Tanah Air pada 13 Desember. "Sampai sekarang dikonfirmasi juga enggak ada," ucap dia.

Baca juga: Eks KSAU Berang Diungkit Pembelian AW-101

Selain itu, ia juga geram dibilang mangkir dari panggilan penyidik. Padahal, ia mengklaim tak menerima surat panggilan pemeriksaan dari KPK. 

KPK, kata dia, menyebut dirinya mangkir tanpa data dan fakta yang jelas. KPK dinilai harus melihat CCTV atau kamera pengintai yang ada di kediamannya untuk memastikan surat panggilan betul-betul sampai atau tidak. Rekaman dapat memperlihatkan siapa yang mengirim dan menerima surat itu.

"Ini betul-betul mendiskreditkan nama saya. Dan, itu sama sekali tidak ada klarifikasi atau apalagi permintaan maaf," kata dia.





(HUS)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id