Bimanesh Bantah Perintahkan Perawat Perban Novanto
Terdakwa kasus merintangi penyidikan kasus KTP elektronik Bimanesh Sutarjo menjalani sidang perdana di Gedung Tipikor, Jakarta. Foto: Antara/Galih Pradipta.
Jakarta: Dokter Rumah Sakit Medika Permata Hijau Bimanesh Sutarjo mengaku tak pernah memerintahkan perawat untuk memerban mantan Ketua DPR Setya Novanto setelah kecelakaan pada 16 November 2017. Namun, Novanto yang meminta dipasangkan perban. 

Bimanesh mengungkapkan hal itu dalam sidang lanjutan perkara merintangi penyidikan kasus korupsi KTP elektronik di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta. Sidang kali ini beragendakan pemeriksaan Bimanesh sebagai terdakwa.

"Setelah selesai memeriksa, saya keluar ruangan, dan sebelum keluar, saya dengar dia tanya kepada perawat kapan akan diperban," kata Bimanesh, Kamis, 7 Juni 2018.


Menurut dia, saat itu perawat meminta saran Bimanesh apakah Novanto perlu diperban atau tidak. Namun, ia mengaku tak bisa mengambil keputusan itu. "Saya bilang ke perawat, terserah pasien saja bagaimana nyamannya," tutur dia.

Majelis hakim lalu mempertanyakan apakah pemasangan perban di dahi Novanto benar-benar diperlukan atau tidak. Bimanesh mengaku saat itu Novanto memang tidak perlu diperban, tapi ia menyebut tak baik jika menolak permintaan pasien.

"Saya pikir ini kalau kita bilang enggak usah enggak baik. Yang menentukan diperban atau tidak bukan saya harusnya," ungkap dia.

Baca: Ahli Sebut Dokter tak Perlu Laporkan Pasien Buron

Dalam sidang sebelumnya, supervisor keperawatan RS Medika Permata Hijau Indri Astuti mengungkapkan jika Novanto bersikeras agar dipasangkan perban di kepalanya. Novanto juga sempat meminta perbannya dilumuri obat merah.

Dia sempat meminta saran Bimanesh terkait permintaan Novanto. Bimanesh pun mempersilakan Indri memasang perban di kepala Novanto.

Indri lantas mempersiapkan peralatan medis untuk memerban luka di kepala Novanto. Ia mengaku terpaksa melakukan hal tersebut, meski tahu luka Novanto sebetulnya tak perlu di perban.



(OGI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id