Kuasa Hukum Heber Sihombing beserta para korban penipuan investasi dana reksa PT Pan Arcadia Capital (PAC) menyambangi Bareskrim Polri. Dok. Istimewa
Kuasa Hukum Heber Sihombing beserta para korban penipuan investasi dana reksa PT Pan Arcadia Capital (PAC) menyambangi Bareskrim Polri. Dok. Istimewa

Polisi Disebut Sudah Tetapkan Tersangka dalam Kasus Dugaan Investasi Bodong PT PAC

Media Indonesia.com • 05 Desember 2022 23:46
Jakarta: Bareskrim Polri disebut sudah menetapkan tersangka dalam kasus dugaan penipuan investasi reksa dana PT Pan Arcadia Capital (PAC). Informasi ini didapatkan korban dan kuasa hukumnya saat menemui penyidik Bareskrim Polri, pada Jumat, 2 Desember 2022.
 
"Para korban, saksi, dan ahli sudah diperiksa dan berdasarkan informasi yang kami dapatkan secara informal sudah dilakukan gelar perkara dan sudah ditetapkan tersangka, namun siapa saja tersangkanya masih menunggu SP2HP dari penyidik secara resmi," ungkap Kuasa hukum korban penipuan investasi reksa dana PT Pan Arcadia Capital (PAC), Heber Sihombing, Jakarta, Senin, 5 Desember 2022. 
 
Dalam kasus ini, kerugian 133 nasabah atas dugaan penipuan dan penggelapan PT PAC mencapai Rp186 miliar. Heber menyebut pihaknya telah menyerahkan seluruh bukti-bukti dan keterangan yang dibutuhkan dalam proses penyidikan atas laporan polisi yang diajukan pelapor mewakili 133 orang. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Salah satu pengacara korban, Jon Parulian, menyebut penyidik membeberkan ada lima tersangka kasus penipuan dan penggelapan tersebut. Jon menjelaskan beberapa tersangka sejatinya hanya pelaku di lapangan. 
 
"Kami ingin tak hanya sebatas orang lapangan, tapi otaknya pelaku atau yang mengondisikan semua ini sehingga itulah yang harus dimintai pertanggungjawaban juga," ujar dia.
 
Sementara itu, salah satu korban investasi bodong, Manuntun, berharap setelah adanya lima tersangka bakal muncul lagi tersangka-tersangka lainnya. 
 
"Karena anggapan saya ini tidak satu dua orang melakukan tindak kejahatan. Saya rasa ada lagi. Yang layak bertanggungjawab kejahatan ini," tutur dia. 
 

Baca Juga: Polisi Bongkar Investasi Ilegal KSP Sejahtera Bersama dengan Kerugian Rp940,8 Miliar


Adapun kasus ini berawal saat korban dijanjikan akan mendapatkan keuntungan berupa bunga tetap (fix rated) sebesar 9 persen sampai dengan 12 persen per tahun dengan tenor 3 bulan, 6 bulan, dan 12 bulan. Sehingga, para korban tertarik untuk menyerahkan uang kepada PT PAC.
 
Selain dijanjikan bunga tetap dalam tenor yang singkat, para korban dijanjikan uangnya aman dan pasti kembali, karena salah satu pemegang saham pengendali dari PT PAC juga merupakan pengusaha besar. 
 
"Sehingga para korban menjadi percaya dan tertarik menyerahkan uang kepada PT PAC," ujar dia. 
 
Namun, sejak Desember 2020, para korban sudah tidak bisa mengambil uangnya karena diduga PT PAC tidak memiliki uang untuk mengembalikan uang para nasabah. 
 
Selain korban yang berasal dari Surabaya, Bandung, dan Jakarta, dia menduga masih banyak korban lainnya dengan total kerugian diperkirakan mencapai Rp800 miliar. 
 
"Para korban berharap PT PAC dan para pemegang saham pengendali, termasuk bapak TI dan Ibu APS dapat menunjukkan iktikad baiknya dan segera bertanggung jawab untuk mengembalikan uang para korban," tegas dia. 
 
Para korban juga berharap Bareskrim Polri dapat menjalankan tugas dengan sungguh-sungguh, tanpa ada intervensi dari PT PAC atau pemegang sahamnya ataupun pihak-pihak kekuatan besar lainnya yang mencoba menutupi kasus ini.
 
(AZF)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif