Terdakwa Ferdy Sambo. Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez
Terdakwa Ferdy Sambo. Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez

Ferdy Sambo Masih Ngotot Beri Perintah 'Hajar' ke Bharada E

Fachri Audhia Hafiez • 24 Januari 2023 23:55
Jakarta: Terdakwa Ferdy Sambo ngotot bahwa perintahnya kepada Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Bharada E sebelum Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J tewas ditembak yakni 'hajar Chad'. Hal itu tertuang dalam nota pembelaan atau pleidoinya.
 
"Entah apa yang ada dibenak saya saat itu, namun seketika itu juga terlontar dari mulut saya 'hajar Chad…, kamu hajar Chad…'. Richard lantas mengokang senjatanya dan menembak beberapa kali ke arah Yosua," kata Ferdy Sambo saat persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Selasa, 24 Januari 2023.
 
Momen itu terjadi di rumah dinas Ferdy Sambo, Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan. Alasan Ferdy Sambo memerintahkan itu karena dia tersulut emosi setelah mengetahui soal pelecehan seksual yang dilakukan Brigadir J kepada Putri Candrawathi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Ferdy Sambo, Brigadir J sempat menjawab lancang ketika dikonfirmasi soal kejadian pelecehan itu. Sehingga, eks Kadiv Propam Polri mengaku kesabarannya tak terbendung lagi.
 
Sementara itu, Bharada E disebut terus menembak Brigadir J. Ferdy Sambo klaim sempat meminta menyetop tembakan.
 
"Richard lantas mengokang senjatanya dan menembak beberapa kali ke arah Yosua, peluru Richard menembus tubuhnya, kemudian menyebabkan almarhum Yosua jatuh dan meninggal dunia. Kejadian tersebut begitu cepat, 'stop…berhenti…' saya sempat mengucapkannya berupaya menghentikan tembakan Richard," ujar Ferdy Sambo.
 
Sebelumnya, Bharada E menceritakan bahwa awalnya Ferdy Sambo memerintahkan untuk membunuh saat di rumah pribadinya kawasan Saguling, Jakarta Selatan. Perintah itu muncul ketika Ferdy Sambo mengatakan kepada Bharada E bahwa istrinya Putri Candrawathi dilecehkan oleh Brigadir J di Magelang. Eks Kadiv Propam Polri itu disebut menangis saat menceritakan hal tersebut.
 
Bharada E menuturkan Ferdy Sambo sempat menyebut Brigadir J kurang ajar. Brigadir J disebut tak menghargai atasannya.
 
"'Nanti kamu yang bunuh Yosua ya'. Dia (Ferdy Sambo) bilang ke saya. 'Kalau kamu yang bunuh, nanti saya yang jaga kamu. Tapi kalau saya yang bunuh enggak yang jaga kita lagi Chad'. Saya pada saat itu cuma jawab siap bapak," jelas Bharada E saat persidangan di PN Jaksel, Kamis, 5 Januari 2023.
 

Baca juga: Kubu Ferdy Sambo Respons Soal Gerakan Bawah Tanah yang Disebut Mahfud MD


 
Jaksa penuntut umum (JPU) menuntut Ferdy Sambo dihukum penjara seumur hidup karena perbuatannya mengakibatkan nyawa Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J hilang dan duka mendalam bagi keluarganya. Dia juga dianggap berbelit-belit menyampaikan keterangan di persidangan.
 
Tindakan Sambo juga menimbulkan keresahan dan kegaduhan di tengah masyarakat. Sambo sebagai aparat penegak hukum seharusnya menjadi teladan.
 
Selain itu, kelakuan Ferdy Sambo dianggap mencoreng Polri di mata masyarakat dan dunia internasional. Kasus Sambo turut menyeret anggota Polri lainnya.
 
Ferdy Sambo dinilai terbukti melanggar Pasal 340 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. Dia juga dinilai terbukti menghalangi penyidikan atau obstruction of justice dalam perkara pembunuhan berencana terhadap Brigadir J.
 
Pada perkara obstruction of justice, Ferdy Sambo dianggap terbukti melanggar Pasal 49 jo Pasal 33 Undang-Undang Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.
 
(END)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif