Ilustrasi Medcom.id.
Ilustrasi Medcom.id.

Bareskrim Tetapkan Petinggi Rantau Utama Bhakti Sumatra Jadi Tersangka

Achmad Zulfikar Fazli • 12 Agustus 2022 15:50
Jakarta: Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus (Ditipideksus) Bareskrim Polri menetapkan petinggi PT Rantau Utama Bhakti Sumatra sebagai tersangka atas kasus dugaan penggelapan. Penetapan tersangka berdasarkan dua alat bukti yang cukup.
 
“Iya sudah (ditetapkan tersangka),” kata Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Brigjen Wisnu Hermawan kepada wartawan di Jakarta, Jumat, 12 Agustus 2022.
 
Penetapan tersangka ini berdasarkan Surat Perintah Penyidikan nomor SP.Sidik/415N/Res.1 .11./2021/Dittipideksus, pada 3 Mei 2021. Kemudian, Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan Nomor: R/182N/RES.1 .11./2021/Dittipideksus, pada 5 Mei 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Penyidik melakukan gelar perkara kasus ini pada 10 Agustus 2021. “Berdasarkan keterangan saksi dan adanya barang bukti serta hasil gelar perkara telah diperoleh bukti yang cukup guna menentukan tersangka dalam penyidikan dugaan terjadinya tindak pidana penggelapan dalam jabatan,” ujar Wisnu.
 

Baca: Dana Boeing yang Disalahgunakan ACT Bertambah Jadi Rp107,3 Miliar


Para tersangka yang ditetapkan Bareskrim ialah Hanifah Husein, istri eks Kepala BPN Ferry Mursyidan Baldan, Wilson Widjadja; dan Polana Bob Fransiscus. Mereka diduga melakukan penggelapan dalam jabatan, yaitu direktur utama bersama-sama dengan komisaris dan direksi lain PT Utama Bhakti Sumatra mengalihkan saham milik pelapor selaku pemilik PT Batubara Lahat.
 
Para tersangka memindahkan saham pelapor menjadi milik PT Rantai Bhakti Utama Sumatra dan PT Rantau Panjang Utama Bhakti tanpa sepengetahuan dan persetujuan dari pemegang saham PT Batubara Lahat. Mereka disangkakan dengan pasal 372 KUHP dan 374 KUHP.
 
(JMS)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif