Ilustrasi Kejaksaan Agung. MI Pius Erlangga.
Ilustrasi Kejaksaan Agung. MI Pius Erlangga.

Kejagung Tegaskan Tak Ada 'Orang Dalam' Atur Kelulusan CPNS

Nasional seleksi cpns kejaksaan agung CPNS
Siti Yona Hukmana • 04 November 2020 08:10
Jakarta: Sebanyak 621 peserta seleksi calon pengawai negeri sipil (CPNS) Kejaksaan RI 2019 melayangkan hak sanggah ke Kejaksaan Agung (Kejagung). Ratusan peserta itu tidak terima hasil seleksi CPNS dengan alasan ada yang mengatur kelulusan peserta.
 
"Kami jelaskan tidak ada lagi adanya keterlibatan 'orang dalam' yang dapat mengatur kelulusan atau mengubah ranking, karena pelaksanaannya melibatkan pihak ketiga yang telah dilakukan secara profesional, transparan, dan akuntabel," kata Kepala Pusat Penerangan dan Hukum Kejagung Hari Setiyono dalam keterangan tertulis, Rabu, 4 November 2020.
 
Hari menuturkan hal ini sudah dijelaskan Ketua Panitia Seleksi CPNS Kejaksaan Jaksa Agung Muda Pembinaan Kejagung Bambang Sugeng Rukmono. Sejumlah poin disampaikan. Kejagung menjunjung kebijakan rekrutmen yang baik untuk mewujudkan Sumber Daya Manusia (SDM) profesional dan berintegritas.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Perencanaan rekrutmen didasarkan hasil Analisa Jabatan dan Analisa Beban Kerja (Anjab/ABK) yang dilaksanakan pada 2017 dan 2018. Kejaksaan RI juga telah sepenuhnya menggunakan CAT Badan Kepegawaian Negara (BKN) untuk menjamin transparansi sejak 2014, 2017, dan 2018.
 
Hari menyebut hal ini terbukti ketika Kejaksaan menerima penghargaan dari BKN sebagai Kementerian/Lembaga yang mengadakan CAT BKN pada seluruh tahapan rekrutmen pegawai baru meliputi seleksi kompetensi dasar (SKD) dan bidang (SKB).
 
(Baca: Menpan RB Laporkan Calo CPNS)
 
Lalu, Kejaksaan RI telah membuat aplikasi e-scoring melalui laman www.rekrutmen.kejaksaan.go.id/scoring, agar penilaian keterampilan dan wawancara lebih objektif dan transparan. E-scoring juga dilaksanakan pada penerimaan calon pegawai pada 2019 terhadap 5.203 formasi CPNS.
 
"Di mana telah dilakukan tahapan SKB terhadap 8.797 peserta yang dinyatakan lolos SKD, meliputi tes kesehatan, keterampilan, psikotes, hingga wawancara yang dilaksanakan secara profesional sesuai bidang keahliannya oleh pihak ketiga dari masing-masing wilayah," ungkap Hari.
 
Selanjutnya, pegawai yang diterima tidak hanya mengandalkan kemampuan akademis, tetapi juga kesehatan fisik yang prima, kematangan jiwa, integritas maupun kemampuan dan potensi yang masih bisa dikembangkan pada masa yang akan datang. Pasalnya, tugas dan wewenang Kejaksaan sebagai aparatur penegak hukum seringkali dihadapkan pada tantangan-tantangan penegakan hukum baik yang bersifat psikis maupun fisik.
 
Hasil pengumuman seleksi dipastikan mengedepankan transparansi. Kejagung selalu melakukan rekonsiliasi data bersama BKN selaku Panselnas dalam setiap tahapan.
 
Bahkan, untuk menjamin objektivitas, peserta CPNS 2019 yang merasa berkeberatan dengan hasil seleksi dapat menggunakan haknya mengajukan sanggahan secara online melalui Aplikasi SSCN BKN. Sanggahan ditetapkan Panselnas pada 1-3 November 2020.
 
"Panitia Kejaksaan akan secara terbuka melayani setiap sanggahan dari peserta dengan menyiapkan jawaban secara transparan pada Rabu, 4 November 2020," tutur Hari.
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif