Wakil Ketua KPK Laode M Syarif - MI/Rommy Pujianto.
Wakil Ketua KPK Laode M Syarif - MI/Rommy Pujianto.

Penyidikan Kasus Suap Garuda Rampung

Nasional emirsyah satar tersangka
Juven Martua Sitompul • 16 Mei 2019 07:55
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah merampungkan penyidikan kasus dugaan suap pengadaan pesawat Airbus dan mesin pesawat Rolls-Royce di PT Garuda Indonesia (Persero). Berkas penyidikan dua tersangka dalam kasus ini segera dilimpahkan ke tahap penuntutan.
 
"Kalau Garuda sih itu sudah selesai tinggal pelimpahan saja jadi itu saya anggap selesai Garuda," kata Wakil Ketua KPK Laode M Syarif saat dikonfirmasi, Jakarta, Kamis, 16 Mei 2019.
 
Kendati telah rampung, kata Syarif, penyidik masih harus menyelesaikan beberapa bagian berkas yang belum tuntas. Salah satunya, menerjemahkan sejumlah dokumen dalam bahasa Inggris yang menjadi bagian bukti dari perkara ini.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Bukti yang kami dapat itu berkasnya tebal, habis itu kan semua buktinya dalam bahasa Inggris kalau bahasa Indonesia sebenarnya sudah lama jadi, jadi harus diterjemahkan harus bukti-buktinya," kata Syarif.
 
(Baca juga:KPK dan Australia Telusuri Aset Emirsyah Satar)
 
Menurut Syarif, karena hal ini juga KPK sampai sekarang belum menahan kedua tersangka yakni eks Dirut PT Garuda Indonesia, Emirsyah Satar dan pendiri PT Mugi Rekso Abadi sekaligus Beneficial Owner Connaught International Pte. Ltd, Soetikno Soedarjo. Penyidik harus memperhitungkan penyelesaian bukti-bukti untuk dibawa ke persidangan.
 
"Kan ada batas waktu penahanan kan nggak boleh lebih dari waktu tertentu gimana kalau berkasnya belum selesai," pungkas Syarif.
 
Emirsyah diduga menerima suap dalam bentuk transfer uang dan aset yang nilainya mencapai lebih dari USD4 juta atau setara dengan Rp52 miliar. Uang itu diterima Emirsyah dari perusahaan asal Inggris yakni Rolls-Royce, melalui pendiri PT MRA Group, Soetikno Soedarjo dalam kapasitasnya sebagai Beneficial Owner Connaught International Pte. Ltd.
 
Diduga suap terjadi selama Emirsyah menjabat sebagai Dirut PT Garuda Indonesia pada 2005 hingga 2014. Emirsyah juga diduga menerima suap terkait pembelian pesawat dari Airbus.
 
Dalam proses penyidikan kasus ini, KPK telah menyita sebuah rumah di daerah Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Rumah yang disita tersebut senilai Rp8,5 miliar. Disinyalir uang untuk membeli rumah tersebut berasal dari Soetikno Soedarjo.
 
Emirsyah dan Soetikno Soedarjo ditetapkan sebagai tersangka sejak 16 Januari 2017.
 

 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif