Wakil Ketua KPK Laode M Syarif dan Dubes Australia untuk Indonesia Gary Quinlan. (Medcom.id/Juven MS)
Wakil Ketua KPK Laode M Syarif dan Dubes Australia untuk Indonesia Gary Quinlan. (Medcom.id/Juven MS)

KPK dan Australia Telusuri Aset Emirsyah Satar

Nasional emirsyah satar emirsyah satar tersangka
Juven Martua Sitompul • 18 Februari 2019 19:31
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar pertemuan dengan Dubes Australia untuk Indonesia, Gary Quinlan dan jajarannya di Gedung KPK, Jakarta. Pertemuan membahas sejumlah hal, khususnya penguatan pemberantasan korupsi kedua negara.
 
Dalam pertemuan juga dibahas mengenai aset koruptor Indonesia di luar negeri. Salah satunya, aset mantan Direktur Utama (Dirut) PT Garuda Indonesia, Emirsyah Satar.
 
"Saya juga menyampaikan masalah (aset Emirsyah Satar) itu kepada Duta Besar Australia, karena beberapa kasus korupsi yang terjadi di Indonesia, beberapa di antaranya ada yang mengenai masalah aset di Australia," kata Wakil Ketua KPK, Laode M Syarif usai pertemuan di Gedung KPK, Jakarta, Senin, 18 Februari 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Lembaga Antirasuah bakal terus berkoordinasi dengan otoritas Australia untuk menelusuri aset tersebut. KPK dan Australia, kata Syarif, sepakat mempererat kerja sama dalam proses hukum antar kedua negara.
 
"Kita bekerjasama menangani hal itu," kata dia.
 
Baca:KPK Tegaskan Pengusutan Korupsi Garuda Berlanjut
 
Dubes Australia Gary Quinlan menyatakan siap membantu KPK dalam pemberantasan korupsi. Termasuk, menelusuri aset tersangka korupsi di Australia.
 
"Kami telah memiliki sejarah yang sangat lama dengan KPK. Baik itu kerja sama pada tahap awal pendiriannya dan sekarang kami terus memberikan bantuan yang tepat di seluruh hubungan antara Australia dan Indonesia," kata Gary.
 
Emirsyah Satar dan pendiri PT Mugi Rekso Abadi sekaligus beneficial owner Connaught International Pte. Ltd, Soetikno Soedarjo telah ditetapkan sebagai tersangka sejak 16 Januari 2017. Namun, hingga saat ini, KPK belum juga merampungkan penyidikan kasus dugaan suap di PT Garuda.
 
Emirsyah dan Soetikno hingga kini juga belum ditahan KPK. Emirsyah Satar diduga telah menerima uang sebesar USD2 juta dan dalam bentuk barang senilai USD2 juta dari Rolls-Royce melalui pendiri PT MRA Group Soetikno Soedarjo dalam kapasitasnya sebagai Beneficial Owner Connaught International Pte.ltd.
 
Suap itu diduga terjadi selama Emirsyah menjabat sebagai Dirut PT Garuda Indonesia pada 2005 hingga 2014. Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang terakhir dilaporkan kepada KPK pada 2013, Emirsyah tercatat memiliki harta Rp48.738.749.245.
 
Dalam LHKPN itu, Emirsyah memiliki sejumlah aset di Singapura dan Australia. Di antaranya, bangunan seluas 89 meter di Singapura, hasil pembelian tahun 2006, senilai Rp 5,7 miliar.
 
Kemudian, bangunan seluas 141 meter di Singapura, yang diperoleh tahun 2011, senilai Rp12 miliar. Emirsyah juga memiliki bangunan seluas 108 meter di Melbourne, Australia, senilai Rp10,8 miliar.
 

(LDS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif