Sidang pemeriksaan saksi untuk terdakwa Irwandi Yusuf - Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez
Sidang pemeriksaan saksi untuk terdakwa Irwandi Yusuf - Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez

Staf Irwandi Yusuf Minta Cabut BAP

Nasional OTT Gubernur Aceh
Fachri Audhia Hafiez • 18 Maret 2019 16:43
Jakarta: Staf Gubernur nonaktif Aceh Irwandi Yusuf, Hendri Yuzal meminta salah satu Berita Acara Pemeriksaan (BAP) saksi dicabut. BAP itu terkait laporan Hendri ke Irwandi mengenai Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) Tahun 2018 untuk Kabupaten Bener Meriah.
 
Dalam dakwaan disebutkan, Irwandi mengarahkan Hendri agar program DOKA 2018 untuk Kabupaten Bener Meriah yang diusulkan oleh Bupati Bener Meriah Ahmadi dapat dibantu. Pengaturan pemenang lelang akan dikoordinasikan melalui orang kepercayaan Irwandi, Teuku Saiful Bahri.
 
"Ketika Saiful minta untuk laporkan ke gubernur terkait dengan konfirmasi apakah bupati Bener Meriah meminta bantu. Gubernur Irwandi menjawab, 'tidak ada urusan dengan saya, kenapa kamu tanya ke saya kalau memang Saiful yang menyuruh, tanya saja ke dia. Sekaligus kamu kontrol dia'," ujar Hendri saat bersaksi buat terdakwa Irwandi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin, 18 Maret 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Hendri, tidak ada koordinasi seperti halnya dalam dakwaan. Dia bilang kata-kata itu muncul dalam BAP lantaran Irwandi mengucapkan hal itu dalam bahasa Aceh. Maksud ucapan tersebut dalam BAP dinilai tidak diterjemahkan secara tepat.
 
"Saya tanya ke penyidik boleh enggak mengubah beberapa pernyataan yang menurut saya tidak sesuai dengan fakta sebenarnya. Penyidik jawab ya silakan nanti di persidangan saja," ujar Hendri.
 
(Baca juga:Staf Irwandi Yusuf Dicecar Terkait Permintaan Bupati Bener Meriah)
 
Kemudian jaksa menanyakan mengenai ucapan 'kontrol dia'. Menurut Hendri, kata-kata itu benar adanya sesuai fakta peristiwa.
 
"Maksudnya (Irwandi) menyuruh awasi agar tidak ada tindakan menyimpang oleh Saiful," ujar Hendri.
 
Irwandi Yusuf sebelumnya didakwa menerima suap Rp1,050 miliar dari Ahmadi. Suap tersebut diberikan melalui Hendri dan Teuku Saiful.
 
Uang tersebut diduga diberikan agar Irwandi mengarahkan Unit Layanan Pengadaan (ULP) Pemerintah Aceh memberikan persetujuan terkait usulan Bupati Bener Meriah Ahmadi. Sebelumnya, Ahmadi mengusulkan kontraktor yang akan mengerjakan kegiatan pembangunan di Kabupaten Bener Meriah.
 
Proyek itu akan menggunakan anggaran yang bersumber dari DOKA Tahun 2018. DOKA untuk Kabupaten Bener Meriah sendiri sebesar Rp108,724 miliar.

 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif