Sidang pemeriksaan Gubernur Aceh nonaktif Irwandi Yusuf, dan kedua staf Irwandi, Hendri Yuzal dan Teuku Saiful Bahri. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez
Sidang pemeriksaan Gubernur Aceh nonaktif Irwandi Yusuf, dan kedua staf Irwandi, Hendri Yuzal dan Teuku Saiful Bahri. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez

Staf Irwandi Yusuf Dicecar Terkait Permintaan Bupati Bener Meriah

Nasional OTT Gubernur Aceh
Fachri Audhia Hafiez • 18 Maret 2019 15:33
Jakarta: Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (JPU KPK) mencecar Staf Gubernur nonaktif Aceh Irwandi Yusuf, Hendri Yuzal terkait permintaan Bupati Bener Meriah Ahmadi. Ahmadi diketahui sempat meminta bantuan Hendri terkait alokasi Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) Tahun 2018.
 
"Di kafe Quantum Lampineung Banda Aceh beliau (Ahmadi) bilang 'bang tolong lah kawan-kawan di Bener Meriah mau ikut kegiatan enggak ada yang menang satupun, tolong dibantu lah ini'. Nah saya jawab waktu itu 'ya nanti lah bang kita lihat'," kata Hendri di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin, 18 Maret 2019.
 
JPU KPK Ali Fikri kemudian menanyakan pernyataan lanjutan Ahmadi ke Hendri yang menyebutkan ada komitmen dan kewajiban yang bisa disiapkan. Hendri mengaku tak mengerti maksud percakapan itu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Mendengar hal itu, Jaksa Ali kemudian mencecar mengenai jawaban 'nanti lah' Hendri kepada Ahmadi. Menurut jaksa, bila Hendri tak mengerti, seharusnya tidak terucap kata-kata itu, melainkan berbalik tanya.
 
"Logikanya kalau enggak tahu 'yang dimaksud apa pak?', kan gitu, kalau enggak tahu ketika Ahmadi minta bantu itu," tegas Jaksa Ali.
 
"Karena saya enggak bisa memutuskan saat itu," jawab Hendri.
 
Dalam dakwaan disebutkan, Ahmadi meminta pada Hendri untuk memprioritaskan dan memenangkan para rekanan yang ada di Kabupaten Bener Meriah dalam mengerjakan program atau kegiatan pembangunan yang bersumber dari DOKA tahun 2018. Ahmadi dan Hendri sepakat terkait kepengurusan dan penyerahan komitmen fee yang akan diserahkan kepada ajudan Ahmadi, Muyassir.
 
Baca: Staf Irwandi Yusuf Tertekan saat Diperiksa Penyidik
 
Sebelumnya, Hendri Yuzal bersama orang kepercayaan Irwandi Yusuf, Teuku Saiful Bahri didakwa menjadi perantara suap dari Bupati Bener Meriah Ahmadi. Suap senilai Rp1,050 miliar itu untuk Irwandi.
 
Uang tersebut diduga diberikan agar Irwandi mengarahkan Unit Layanan Pengadaan (ULP) Pemerintah Aceh memberikan persetujuan terkait usulan Bupati Bener Meriah Ahmadi. Sebelumnya, Ahmadi mengusulkan kontraktor yang akan mengerjakan kegiatan pembangunan di Kabupaten Bener Meriah.
 
Proyek itu akan menggunakan anggaran yang bersumber dari Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) Tahun 2018. DOKA untuk Kabupaten Bener Meriah sendiri sebesar Rp108,724 miliar.
 

(FZN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif