Juru Bicara KPK Febri Diansyah. Foto: MI/Rommy Pujianto.
Juru Bicara KPK Febri Diansyah. Foto: MI/Rommy Pujianto.

Lima Saksi Diperiksa Terkait Suap Bupati Lampung

Nasional Suap Bupati Mustafa
Juven Martua Sitompul • 21 Februari 2019 11:07
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan lima saksi terkait kasus dugaan suap dan gratifikasi yang menjerat Bupati Lampung Tengah Mustafa (MUS).
 
Mereka adalah Kepala Bidang Air Bersih dan Pertamanan Lampung Tengah Indra Erlangga, Staf Kasi Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Wilayah Timur Dinas Bina Marga Lampung Tengah Rusmaladi, Komisaris PT Purna Arena Yudha Frengki Wijaya, Komisaris PT Purna Arena Yudha Hendri Wijaya, dan satu pihak wiraswasta bernama Johanes Bastista Giovani.
 
"Keterangan lima saksi untuk melengkapi berkas penyidikan MUS," kata juru bicara KPK, Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Jakarta, Kamis, 21 Februari 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


KPK mengingatkan agar para saksi bersikap kooperatif dan mematuhi proses hukum yang berjalan. Terpenting, memenuhi panggilan penyidik untuk memberikan informasi terkait ihwal suap dan gratifikasi tersebut.
 
"Hal ini diharapkan bisa dipahami oleh para saksi atau tersangka yang dipanggil secara resmi oleh KPK atau penegak hukum," ujarnya.
 
Febri mengatakan sejak kasus ini dibongkar, sedikitnya 50 orang saksi dari berbagai unsur telah diperiksa penyidik. Keterangan puluhan saksi itu memperkuat konstruksi hukum suap dan gratifikasi orang nomor satu di Lampung Tengah tersebut.
 
KPK kembali menetapkan Mustafa sebagai tersangka. Dia diduga menerima hadiah atau janji terkait dengan pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah tahun anggaran 2018.
 
Penyidik juga menetapkan dua tersangka lain. Kedua orang itu yakni pemilik PT Sorento Nusantara, Budi Winarto dan pemilik perusahaan PT Purna Arena Yudha, Simon Susilo.
 
Baca: Tiga Legislator Lampung Tengah Diperiksa KPK
 
Mustafa diduga telah menerima fee dari ijon proyek-proyek di lingkungan Dinas Bina Marga dengan kisaran fee sebesar 10% sampai 20% dari nilai proyek. Total suap yang diterima Mustafa sebanyak Rp95 miliar.
 
Uang itu diperoleh Mustafa dalam kurun waktu Mei 2017 hingga Februari 2018. Rinciannya yakni Rp58,6 miliar dengan kode IN BM berasal dari 179 calon rekanan dan Rp36,4 miliar dengan kode IN BP berasal dari 56 calon rekanan.
 
Total Rp95 miliar suap dan gratifikasi yang diterima Mustafa, sebagian besar berasal Budi Wiranto dan Simon Susilo. Dari keduanya, Mustafa menerima Rp12,5 miliar.
 
Sebesar Rp5 miliar diberikan Budi Wiranto sebagai fee ijon proyek paket pekerjaan ruas jalan di Kabupaten Lampung Tengah dengan nilai proyek sekitar Rp40 miliar. Sedangkan, sebesar Rp7,5 miliar dari Simon Susilo atas fee 10% untuk ijon dua proyek paket pekerjaan peningkatan jalan di Kabupaten Lampung Tengah dengan nilai proyek sekitar Rp76 miliar.
 
Penetapan ini merupakan pengembangan kasus suap terkait persetujuan pinjaman daerah untuk APBD Lampung Tengah tahun 2018 yang membuat Mustafa divonis 3 tahun pidana penjara dan denda sebesar Rp100 juta subsider 3 bulan kurungan.

 

(FZN)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif