Ilustrasi Medcom.id.
Ilustrasi Medcom.id.

Neo JI Sasar Pebisnis dalam Menggalang Dana Terorisme

Nasional terorisme polri Teroris Penegakan Hukum densus 88 Crosscheck Terduga Teroris
Kautsar Widya Prabowo • 29 Agustus 2021 13:40
Jakarta: Ketua Pusat Riset Ilmu Kepolisian dan Kajian Terorisme Universitas Indonesia (UI), Benny Mamoto, mengatakan jaringan teroris Neo Jamaah Islamiyah (Neo JI) kerap melakukan pendekatan personal dalam mengumpulkan dana. Kelompok tersebut menargetkan pebisnis yang dinilai potensial.
 
"Contoh saja meraka membuat bisnis pertambangan dan kelapa sawit, itu orang (pembisnis) yang dideketin untuk diajak kerja sama, (pebinis) itu enggak tau kalau ini Neo JI," ujar Benny dalam program Crosscheck #FromHome by Medcom.id bertajuk "Menangkal Radikal Bertopeng Kotak Amal" Minggu, 29 Agustus 2021.
 
Dari kerja sama bisnis tersebut, kata dia, kelompok ini secara perlahan akan menyebarkan ideologinya. Tujuannya agar pebisnis tertarik bergabung dengan Neo JI.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ini pendekatan personal yang nantinya orang itu tanpa sadar ikut menyumbang (dana)," kata dia.
 
Benny menekankan jaringan Neo JI tidak lagi bergerak secara ekslusif dalam menjalankan aksinya. Mereka telah berbaur dengan masyarakat.
 
"Mereka sudah melebur dengan masyarakat, bahkan identitasnya secara fisik susah dibedakan. Ke depan ini perlu update infomasi dan sinergi tetang pola-pola yang mereka buat," kata dia.
 
Baca: Jaringan Teroris Neo JI Menggunakan Bisnis Legal untuk Pengumpulan Dana
 
Sebelumnya, Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menangkap 58 teroris sejak 12-20 Agustus 2021. Kelompok teroris yang tergabung dengan JI dan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) ditangkap disejumlah daerah di Indonesia.
 
Disamping itu, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menemukan 4.093 Laporan Transaksi Keuangan Mencurigakan (LTKM) Tindak Pidana Pendanaan Terorisme (TPPT). Data itu akumulasi sejak 2016 hingga Mei 2021.
 
"Ada total 4.093 LTKM terkait pendanaan terorisme dan 172 hasil analisis dan informasi terkait pendanaan terorisme," kata Kepala PPATK, Dian Ediana Rae, dalam keterangan tertulis, Senin, 23 Agustus 2021.
 
Hai Sobat Medcom, terima kasih sudah menjadikan Medcom.id sebagai referensi terbaikmu. Kami ingin lebih mengenali kebutuhanmu. Bantu kami mengisi angket ini yuk  https://tinyurl.com/MedcomSurvey2021 dan dapatkan saldo Go-Pay/Ovo @Rp 50 ribu untuk 20 pemberi masukan paling berkesan. Salam hangat.
 
(JMS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif