Ketua KPK Firli Bahuri. Istimewa
Ketua KPK Firli Bahuri. Istimewa

Dugaan Azis Syamsuddin Jadi 'Benteng' Golkar di KPK Didalami

Nasional KPK kasus pemerasan partai golkar Kasus Suap kasus korupsi Azis Syamsuddin Tersangka
Candra Yuri Nuralam • 25 September 2021 05:16
Jakarta: Dakwaan mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Stepanus Robin Pattuju mengungkap peran Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin di tiga perkara berbeda. Azis diduga mengenalkan Robin ke beberapa kader Partai Golkar yang bermasalah di KPK.
 
Ketua KPK Firli Bahuri memastikan bakal mendalami dugaan Azis menjadi 'benteng' Partai Golkar di instansinya. Dia menegaskan tidak pandang bulu menindak pihak-pihak yang terlibat.
 
"Kita belum berhenti dan belum selesai, masih ada hal-hal yang harus kita kerjakan. Apakah ada keterkaitan dengan tersangka lain atau pihak lain? Nanti kita akan sampaikan lebih lengkap," kata Firli di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Sabtu, 25 September 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ketiga perkara itu, yakni dugaan suap penanganan perkara di Tanjungbalai yang menjerat Wali Kota nonaktif Tanjungbalai M Syahrial; dugaan penanganan perkara di Lampung Tengah yang menyeret Azis dan politikus Partai Golkar Aliza Gunado; dan dugaan pengusutan pencucian uang mantan Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari.
 
Azis disebut mengenalkan Robin untuk membantu ketiganya yang tengah berperkara di KPK. Syahrial, Aliza, dan Rita berasal dari Partai Golkar.
 
Namun, saat ini KPK tengah fokus menangani dugaan suap penanganan perkara di Lampung Tengah. Lembaga Antikorupsi dikejar waktu melengkapi pemberkasan perkara Azis.
 
"Yang jelas malam ini kita sampaikan dugaan tidak pidana korupsi dalam rangka pengurusan dugaan korupsi pemberian hadiah atau janji terkait dengan penanganan tindak pidana korupsi yang ditangani oleh KPK," ujar Firli.
 
Azis menjadi tersangka tunggal dalam kasus ini. Azis dibidik sejak Agustus 2020.
 
Azis menghubungi mantan penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju untuk menutup perkara yang menjeratnya dan rekan separtai, Aliza Gunado. Robin meminta uang ke Azis untuk membantu menutup perkara di KPK. Robin dibantu pengacara Maskur Husain melancarkan aksinya.
 
Robin diduga berkali-kali menemui Azis untuk menerima uang. Duit diberikan tiga kali, yakni US$100 ribu, SGD17.600, dan SGD140.500.
 
Uang asing itu selalu ditukarkan ke rupiah usai diserahkan Azis ke Robin. Robin dan Maskur diduga telah menerima Rp3,1 miliar dari Azis. Kesepakatan awal, Azis memberikan Rp4 miliar untuk menutup kasus.
 
Azis dijerat Pasal 5 ayat (1) huruf  a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
 
Baca: KPK Resmi Tetapkan Azis Syamsuddin Tersangka Kasus Suap
 
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif