Ilustrasi polisi. Medcom.id
Ilustrasi polisi. Medcom.id

Psikolog Forensik Nilai Tagar Percuma Lapor Polisi Tidak Patut Diteruskan

Nasional polri Bapak Perkosa 3 Anak #PercumaLaporPolisi Tagar Percuma Lapor Polisi
Siti Yona Hukmana • 09 Oktober 2021 20:07
Jakarta: Media sosial Twitter diramaikan dengan #PercumaLaporPolisi buntut penghentian penyelidikan kasus bapak perkosa tiga anaknya. Tagar yang mengandung ajakan tidak melapor kepada polisi itu dinilai tidak patut.
 
"Ajakan untuk tidak melapor ke polisi, betapa pun dilatari kekecewaan mendalam dan itu manusiawi, tidak sepatutnya diteruskan," kata psikolog forensik Reza Indragiri Amriel dalam keterangan tertulis, Sabtu, 9 Oktober 2021.
 
Reza menegaskan pelaporan ke polisi sangat diperlukan. Hal itu agar kinerja polisi dapat ditakar berbasis data pada periode tertentu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Juga ajakan tersebut (#PercumaLaporPolisi) bisa direspons secara salah sebagai ajakan untuk aksi vigilantisme dan ini berbahaya," ujar Reza.
 
Reza mengatakan Polri perlu diberi masukan agar penyusunan laporan kinerja lebih komprehensif. Tidak sebatas jumlah laporan, tetapi mencangkum jumlah kasus yang diproses sampai ke pengadilan.
 
"Apa dan berapa yang ditangani dengan diversi, tren tuntutan jaksa, tren vonis hakim, ragam penghukuman pemasyarakatan, dan residivisme," tutur psikolog anak itu.
 
Reza menuturkan laporan selengkap itu mengharuskan seluruh lembaga penegak hukum duduk bareng dan menyajikan laporan tunggal. "Dari laporan terintegrasi itulah masyarakat bisa mengukur, sudah sejauh apa sesungguhnya kerja otoritas penegakan hukum di Tanah Air," ucap dia.
 
Kasus pemerkosaan bapak terhadap tiga anak di Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan (Sulsel), pada 9 Oktober 2019 dinilai tak memiliki cukup bukti. Polres Luwu Timur dan Polda Sulsel menghentikan penyelidikan kasus tersebut.
 
Reza mengatakan penerbitan surat perintah penghentian penyidikan (SP3) tidak mutlak. Pada alinea terakhir SP3, kata dia, ada kalimat penanganan bisa diaktifkan sewaktu-waktu jika ditemukan bukti dan saksi yang memadai.
 
"Jadi, saya tetap menyemangati korban dan keluarga jika peristiwa dimaksud benar-benar terjadi untuk terus berikhtiar dan berdoa," ujar Reza.
 
Baca: Bareskrim Polri Utus Tim Usut Kasus Bapak Perkosa 3 Anak di Luwu
 
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif