Tersangka korupsi minyak goreng di Kejaksaan Agung, Lin Che Wei. (MI)
Tersangka korupsi minyak goreng di Kejaksaan Agung, Lin Che Wei. (MI)

Kejagung Tak Melihat Keterkaitan Korupsi CPO Lin Che Wei dengan Kemenko Perekonomian

Tri Subarkah • 19 Mei 2022 13:11
Jakarta: Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan Lin Che Wei (LCW) sebagai tersangka kasus korupsi pemberian persetujuan ekspor crude palm oil (CPO) dan produk turunannya, termasuk minyak goreng. LCW disebut pernah menjabat di Kementerian Koordinasi Bidang Perekonomian.
 
Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (JAM-Pidsus) Kejagung Febrie Adriansyah mengatakan hingga kini belum melihat peran LCW di Kemenko Perekonomian dalam kasus korupsi minyak goreng itu. LCW pernah menjabat sebagai anggota tim asistensi di Kemenko Perekonomian. 
 
"Sampai saat ini enggak ada (kaitannya dengan jabatan di Kemenko Perekonomian)," kata Febrie di Jakarta, Rabu malam, 18 Mei 2022. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Febrie menerangkan jajarannya menjerat LCW karena terlibat dalam keluarnya persetujuan ekspor (PE) dari Kementerian Perdagangan (Kemendag) ke beberapa eksportir CPO. PE itu keluar meski para eksportir tidak memenuhi kewajiban pemenuhan distribusi dalam negeri (domestic market obligation/DMO) sebesar 20 persen.
 
"Ternyata DMO-nya nihil, itu ada keterlibatan LCW dalam pengurusan izin keluarnya izin (PE)," jelas Febrie.
 
Kejagung menyebut LCW hanya bekerja sama dengan tersangka Indrasari Wisnu Wardhana, Direktur Jenderal Perdagangan terkait terbitnya PE ke para perusahaan eksportir CPO. Indrasari telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejagung.
 
"Yang jelas kan ini nilainya cukup besar, ada nilai komersialnya. Akan didalami, bagi-baginya ke siapa saja," ujar Febrie.
 
Baca: Nilai Duit Lin Che Wei ke Dirjen Kemendag Masih Diusut
 
Febrie menuturkan jajarannya berkoordinasi dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk menelusuri aliran duit LCW. Pihaknya masih mendalami dugaan gratifikasi atau suap di perkara tersebut.
 
LCW ditetapkan jadi tersangka sejak Selasa, 17 Mei 2022. LCW sempat menjalani beberapa kali pemeriksaan sebagai saksi sebelum menyandang status tersangka.
 
Jabatan LCW adalah penasihat kebijakan/analisa pada Independent Research & Advisory Indonesia. LCW dijerat Pasal 2 jo Pasal 3 jo Pasal 18 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.
 
(LDS)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif