Tsamara Amani  (SS YouTube)
Tsamara Amani (SS YouTube)

Cuitan Tsamara Soal Akun Diduga Fasisme Bakal Didalami Polisi

Nasional media sosial polri rasisme ujaran kebencian
Siti Yona Hukmana • 23 April 2022 01:43
Jakarta: Mantan politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Tsamara Amany menandai akun Twitter @DivHumas_Polri terkait unggahan oleh akun yang menampilkan komentar bermuatan suku, agama, ras dan antargolongan (SARA). Polisi langsung menanggapi dengan mendalami cuitan akun tersebut.
 
"Yang pasti bakal dicek diperdalam," kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Gatot Repli Handoko saat dikonfirmasi, Jumat, 22 April 2022. 
 
Namun, Gatot belum bisa membeberkan detail kasus tersebut. Hanya, dia memastikan Polri akan menindaklanjutinya. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Iya iya (bakal ditindaklanjuti). Nanti kalau ada info lanjut saya kasih tahu," ujar Gatot.
 
Sebelumnya, Tsamara Amany kesal saat menerima komentar dari sebuah akun di Instagram. Tangkapan layar komentar itu kemudian dia unggah di akun Twitter pribadinya @TsamaraDKI.
 
Baca: Lagi, Polisi Ringkus Perusak Bus Trans Mamminasata Makassar
 
Tsamara memandang komentar dalam foto yang dia unggah itu menunjukkan fasisme. Dia pun menandai akun Twitter resmi Divisi Humas Polri @DivHumas_Polri untuk menyelidiki dugaan pidana atas cuitan tersebut. 
 
"Halo, tolong @DivHumas_Polri. Ini keterlaluan. Bukan nasionalisme. Jelas fasisme," cuit Tsamara.
 
Cuitan diduga fasisme itu diunggah oleh akun @xeriaz_marhaenisi. Berikut isi cuitannya "Dia kan genetikanya ada bau-bau gurun pasir jadi tidak betah dengan hal-hal yang berbau nasionalis jadi dia kembali ke habitat aslinya yaitu kadrun. Jika saya yang memegang otoritas tertinggi di Indonesia saya akan mengeluarkan dekrit untuk memerintah angkatan bersenjata kita untuk mengirim seluruh para keturunan imigran Arab Yaman tanpa reserve? yang ada di Indonesia untuk dikirim ke camp solusi final akhir dan saya pastikan akan jauh ekstrem apa yang pernah dilakukan Nazi Jerman terhadap orang Yahudi". 
 
Cuitan ini viral. Banyak warnaget tidak terima dengan cuitan tersebut. Salah satunya, diungkapkan oleh akun @RodriChen. "Berhentilah playing victim. Sudah tidak ada lagi diskriminasi SARA di negara ini." Ini bukti sebaliknya. Bahkan, dengan privilege sbg Muslim, Tsamara masih menjadi korban rasisme, dan secara tersirat, kekerasan berbasis gender. Jadi, saya tidak akan berhenti bicara soal ini," cuitnya. 
 
(LDS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif