ilustrasi hukum/Medcom.id
ilustrasi hukum/Medcom.id

Polda Metro Limpahkan Kasus Investasi Bodong Fahrenheit ke Bareskrim

Nasional penipuan polri Investasi Bodong Polda Metro Jaya Robot Trading Fahrenheit Robot Trading
Kautsar Widya Prabowo • 23 April 2022 14:40
Jakarta: Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Ditipideksus) Bareskrim Polri menerima enam laporan polisi terkait kasus dugaan investasi bodong robot trading Fahrenheit dari Polda Metro Jaya. Dalam laporan tersebut tecatat ada empat tersangka. 
 
"(Sehingga) total tersangka dalam kasus ini adalah 10 orang," ujar Kabag Penum Div Humas Polri Kombes Gatot Repli Handoko kepada wartawan, Sabtu, 23 April 2022. 
 
Gatot menjelaskan Bareskrim telah menangkap satu tersangka yang merupakan bos Fahrenheit, Hendry Susanto (HS). Saat ini sebanyak lima tersangka telah mendekam di tahanan Bareskrim. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sedangkan, lima tersangka lainnya masih dalam pengejaran. Polri juga telah berkoordinasi dengan Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter) Polri terkait penerbitan red notice
 
Baca: 31 Korban Robot Trading Fahrenheit Merugi Rp127 M
 
"Inisialnya HA, FN, WL, DY, dan HD. Dikarenakan kelima terindikasi berada di luar negeri," jelasnya. 
 
Sebelumnya, Dittipideksus Bareskrim Polri menetapkan lima tersangka dalam kasus investasi bodong Fahrenheit. Salah satunya merupakan otak investasi bodong Henry Susanto yang ditangkap pada Senin, 21 Maret 2022.
 
Bos Fahrenheit itu dipersangkakan Pasal 62 Jo Pasal 8 ayat (1) huruf f Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dan/atau Pasal 105 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan dan/atau Pasal 106 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan dan/atau Pasal 3, Pasal 4, Pasal 5 Jo Pasal 10 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pemberantasan dan Pencegahan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara. 
 
Sementara itu, empat anak buahnya ditangkap Polda Metro Jaya. Keempatnya ialah D, ILJ, DBC, dan MF.
 
Keempat tersangka dijerat Pasal 28 ayat (1) jo Pasal 45A ayat (1) dan atau Pasal 27 ayat (2) jo Pasal 45 ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik, dan atau Pasal 105 dan atau Pasal 106 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang perdagangan dan atau Pasal 3, Pasal 4, Pasal 5 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang, jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP dan atau Pasal 56 KUHP.
 
Bareskrim Polri telah menerima laporan 550 korban Fahrenheit dengan total kerugian mencapai Rp480 miliar. Jumlah itu bisa bertambah seiring penambahan korban yang mengadu.
 
(ADN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif