Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) memberikan sambutan di The Opus Grand Ballroom. (Foto: Medcom.id/Ilham Pratama)
Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) memberikan sambutan di The Opus Grand Ballroom. (Foto: Medcom.id/Ilham Pratama)

JK Prihatin Narkoba Beredar dari Lapas

Nasional narkoba jusuf kalla bnn
Ilham Pratama Putra • 26 Juni 2019 12:38
Jakarta: Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) prihatin dengan maraknya peredaran narkoba di Tanah Air. Terlebih peredarannya dimulai dari dalam lapas yang dikendalikan oleh narapidana.
 
"Seperti tadi digambarkan, jaringan yang luas sekali. Begitu luasnya sehingga orang di penjara pun bisa mengakomodasi sehingga orang di penjara bisa mengatur, apalagi orang yang bebas," kata di The Opus Grand Ballroom, Jakarta Selatan, Rabu 26 Juni 2019.
 
Dia mengatakan penyebarluasan ini akan berdampak pada kesehatan, ekonomi, psikologis hingga dampak hukum. Karena itu JK menyebut narkoba sebagai kejahatan luar biasa.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Narkoba merupakan kejahatan extraordinary, Nusakambangan diisi antara lain gembong narkoba hingga teroris. Informasi yang berkembang dari Pak Menkum HAM mengatakan 50 persen lapas diisi dari pecandu atau pengedar narkoba," ujarnya.
 
Baca juga:BNN Gandeng Kominfo Berantas Narkoba
 
JK berharap semua pihak turut memerangi narkoba. Pemberantasan narkoba tidak bisa hanya dilakukan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN).
 
"Semua pihak harus terlibat. Keluarga, masyarakat, sekolah, tokoh agama dan juga lembaga-lembaga hukum harus terlibat," jelas JK.
 
World Drugs Reports 2018 yang diterbitkan United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC), menyebutkan sebanyak 275 juta penduduk di dunia atau 5,6 persen dari penduduk dunia (usia 15-64 tahun) pernah mengonsumsi narkoba. Sementara di Indonesia, BNN selaku vocal point di bidang Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) mengantongi angka penyalahgunaan narkoba tahun 2017 sebanyak 3.376.115 orang pada rentang usia 10-59 tahun.
 
Sedangkan angka penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar di tahun 2018 (dari 13 ibu kota provinsi di Indonesia ) mencapai angka 2,29 juta orang. Salah satu kelompok masyarakat yang rawan terpapar penyalahgunaan narkoba adalah mereka yang berada pada rentang usia 15-35 tahun atau generasi milenial.

 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif