Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menjawab pertanyaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK saat menjadi saksi sidang kasus suap jual beli jabatan di lingkungan Kementerian Agama. Foto: MI/Pius Erlangga
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menjawab pertanyaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK saat menjadi saksi sidang kasus suap jual beli jabatan di lingkungan Kementerian Agama. Foto: MI/Pius Erlangga

Menag Sebut Nama Haris Direkomendasikan Khofifah

Nasional OTT Romahurmuziy
Fachri Audhia Hafiez • 26 Juni 2019 23:59
Jakarta: Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin mengaku mendapat saran dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar parawansa terkait seleksi jabatan di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag). Nama Haris Hasanudin direkomendasikan Khofifah untuk menduduki posisi Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jawa Timur.
 
Lukman mengatakan, ia mengetahui Haris direkomendasikan dari Khofifah melalui mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy (Romy). Ia menganggap rekomendasi itu sebagai sebatas saran.
 
"Seingat saya saudara Romahurmuziy, pernah menyampaikan pada saya bahwa saudara haris itu mendapatkan semacam rekomendasi. Pejabat daerah, gubernur Jawa Timur, lalu beberapa tokoh ulama memberikan apresiasi," kata Lukman saat bersaksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu, 26 Juni 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Lukman mengaku mendapat saran nama-nama calon Kakanwil Kemenag Jawa Timur melalui Romy. Salah satunya nama Kasubag Tata Usaha Kanwil Kemenag Jawa Timur, Amin Mahfud.
 
"Melalui Rommy ada kalangan akademisi yang menyebut nama calon yang lain. Tidak ada yang langsung pada saya," ujar Lukman.
 
Politikus PPP itu mengaku menemukan kecocokan di diri Haris Hasanudin sehingga dinilai pantas menduduki posisi Kakanwil Kemenag Jawa Timur. Lukman membantah itu sebagai bentuk intervensi pemilihan pejabat Kemenag tersebut.
 
"Bahwa diantara empat nama (kandidat) yang saya kenal adalah saudara Haris. Mengapa saya mengatakan begitu, karena tiga yang tadi memang saya tidak kenal sama sekali," ujar Lukman.
 
Baca:Menag Berkelit Tak Intervensi Pemilihan Pejabat Kemenag
 
Sebelumnya, Haris didakwa menyuap Lukman dan mantan Ketua Umum PPP Romahurmuziy (Romy) sebesar Rp325 juta. Romy dan Lukman baik secara langsung maupun tidak langsung melakukan intervensi terhadap proses pengangkatan Haris sebagai Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur. Romy mendapat Rp255 juta, sedangkan Lukman senilai Rp70 juta.
 
Haris didakwa melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 64 ayat 1 KUHP.
 

(DMR)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif