Direktur Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Giri Supradiono. Medcom.id/Damar Iradat.
Direktur Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Giri Supradiono. Medcom.id/Damar Iradat.

Direktur KPK Terpanggil Menjadi Capim

Nasional pansel kpk
Damar Iradat • 04 Juli 2019 16:21
Jakarta: Direktur Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Giri Supradiono mendaftarkan diri sebagai calon pimpinan KPK. Giri mengaku terpanggil menjadi pimpinan KPK.
 
"Ini pada dasarnya inisiatif dan kewajiban warga negara untuk memberantas korupsi," kata Giri di Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta, Kamis, 4 Juli 2019.
 
Giri mendaftar ke Panitia Seleksi Capim KPK pada hari terakhir pendaftaran. Ia mengaku tak meminta izin kepada pimpinan KPK sebelum mendaftar.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Karena memang prasyarat untuk mendaftar sebagai capim ini tidak perlu izin atasan," ujarnya.
 
Giri sudah mengabdi di KPK sejak 2005. Ia juga sempat mencalonkan diri sebagai pimpinan pada 2014, namun gagal.
 
Giri mengaku sebagai salah satu dari sembilan orang yang didaftarkan Wadah Pegawai KPK. WP KPK, kata dia, sejak awal memfasilitasi para pegawai yang berniat mencalonkan diri sebagai calon pimpinan.
 
Baca: Deputi Pencegahan dan Penasihat KPK Daftar Sebagai Capim
 
Ia menilai selama ini KPK masih fokus pada penindakan kasus korupsi di level pejabat. Padahal, masalah korupsi juga menyangkut level bawah birokrasi.
 
"KPK punya kewajiban untuk menyelesaikan itu. Jadi ketika mengurus surat, melakukan bisnis perizinan, ini kan masih banyak (praktik korupsi)," ungkap dia.
 
Sebelumnya, Deputi Pencegahan KPK Pahala Nainggolan dan Penasihat KPK Mohammad Tsani Annafari juga mendaftar sebagai calon pimpinan KPK. Ketua Pansel Capim KPK Yenti Garnasih mengatakan tiga pimpinan KPK periode 2014-2019 juga turut mendaftar.
 
Yenti enggan membocorkan nama pimpinan KPK mendaftar sebagai capim. Hingga sore ini, sudah ada 282 orang yang mendaftar sebagai capim KPK.
 
Pendaftar tersebut sebanyak 57 orang berasal dari profesi advokat, sebanyak 54 orang berprofesi sebagai dosen, sebanyak 26 orang dari kalangan swasta maupun BUMN, sebanyak 5 orang Jaksa, sebanyak 11 orang hakim, sebanyak 1 anggota TNI, sebanyak 10 anggota Polri, sebanyak 6 orang auditor, sebanyak 10 orang dari internal KPK, dan dari profesi lain sebanyak 103 orang.
 

(DRI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif