Baiq Nuril Maknun. ANT/Dhimas Pratama
Baiq Nuril Maknun. ANT/Dhimas Pratama

Presiden Jokowi Didesak Percepat Amnesti Baiq Nuril

Nasional pencemaran nama baik
Cindy • 14 Juli 2019 04:33
Jakarta: Amnesty Internasional Indonesia mendorong Presiden Joko Widodo segera memberi pengampunan bagi terdakwa penyebar konten asusila Baiq Nuril. Amnesti dapat disegerakan mengingat banyaknya dorongan dari lembaga negara dan dukungan masyarakat sipil.
 
"Seharusnya bisa berlangsung cepat. Kalau kita melihat dukungan publik begitu besar terhadap Baiq Nuril. Atau juga kita melihat beberapa sikap hukum dan politik yang dikeluarkan oleh lembaga-lembaga negara," kata Campaign Manager Amnesty Internasional Indonesia Puri Kencana Putri saat dihubungi medcom.id, Sabtu, 13 Juli 2019.
 
Baca Juga:Baiq Nuril Berharap Dapat Amnesti sebelum 17 Agustus

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia mencontohkan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) yang mengirimkan rekomendasi ke Presiden. Begitu juga kapasitas presiden sebagai kepala negara tak boleh gentar.
 
"Seharusnya presiden tidak gentar. Sebenarnya presiden dalam hal ini memiliki kapasitas resmi sebagai kepala negara untuk melakukan intervensi," ucap Puri.
 
Menurut dia, hukum hadir di tengah masyarakat dan tak hadir di ruang hampa. Artinya, apabila masyarakat melihat adanya ketidakadilan dalam produk hukum, maka presiden perlu bertindak tegas.
 
Putri menyebut perlu ada ruang koreksi terhadap sistem peradilan di Indonesia. Bahkan terhadap lembaga pengawas khususnya kepolisian.
 
"Polisi yang memperkarakan, mengajukan perkara dan mendorong ke tahap penyidikan, seharusnya memiliki sejumlah instrumen yang bisa mengukur kepekaan keadilan terhadap kasus serupa," ujar Puri.
 
Dia mengingatkan, kasus serupa dapat terjadi kembali apabila tak ada ruang koreksi terhadap sistem peradilan dan pengawasan. Ruang koreksi dimaksudkan agar mendapat pelajaran dan kepekaan terkait isu kekerasan seksual.
 
"Ruang-ruang koreksi disini penting untuk menjadi pelajaran di masa depan. Agar ada semacam kepekaan sistem peradilan di Indonesia untuk isu-isu kekerasan seksual," tegas Puri.
 

(ADN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif