Sekretaris Pribadi Bos Lippo Cikarang Diperiksa
Juru bicara KPK Febri Diansyah/MI/Rommy Pujianto
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Sekretaris Pribadi Presiden Direktur Lippo Cikarang Toto Bartholomeus, Meida. Ia diperiksa bersama staf Keuangan PT Lippo Cikarang, Kristi, terkait kasus dugaan suap perizinan proyek pembangunan Meikarta milik Lippo Group di Bekasi.

"Keduanya akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka BS (Direktur Operasional Lippo Group Billy Sindoro)," kata juru bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Jakarta, Jumat, 2 November 2018.

Penyidik juga mengagendakan pemeriksaan empat saksi lain. Mereka ialah Kepala BPKAD Pemkab Bekasi Juhandi, Kadis Kominfo Pemkab Bekasi Rohim, Kadis Perindag Pemkab Bekasi Rofiq, dan Kadis BPMPTSP Pempov Jawa Barat Dadang Mohamad.


"Mereka juga akan diperiksa untuk melengkapi berkas penyidikan BS," ujar Febri.

Baca: KPK Persilakan Proyek Meikarta Jalan Terus

Sembilan tersangka dalam skandal suap Meikarta juga akan menjalani pemeriksaan. Kesembilan orang itu akan diperiksa dalam kapasitasnya sebagai tersangka.

KPK menetapkan Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin dan Direktur Operasional Lippo Group Billy Sindoro sebagai tersangka. Keduanya ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap pengurusan izin proyek pembangunan Meikarta.

Baca: Uang Suap Meikarta Diduga Berasal dari Korporasi

Penyidik juga menetapkan tujuh tersangka lain. Mereka ialah dua konsultan Lippo Group yaitu Taryadi dan Fitra Djaja Purnama, serta Pegawai Lippo Group Henry Jasmen. Kepala Dinas PUPR Bekasi Jamaludin, Kepala Dinas Damkar Bekasi Sahat ‎MBJ Nahar, Kepala Dinas DPMPTSP Bekasi Dewi Tisnawati, dan Kepala Bidang Tata Ruang Dinas PUPR Bekasi Neneng Rahmi juga menyandang status tersangka.

Neneng Hasanah dan anak buahnya diduga menerima hadiah atau janji dari Lippo Group terkait pengurusan perizinan proyek pembangunan Meikarta di Bekasi. Proyek yang akan digarap itu seluas 774 hektare dan dibagi dalam tiga tahapan.

Pemberian yang telah terealisasi untuk Neneng Hasanah dan anak buahnya mencapai Rp7 miliar. Uang itu diberikan Lippo Group kepada Neneng Hasanah melalui para kepala dinas.



(OJE)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id