Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Pelapor Dugaan Penipuan Jam Tangan Senilai Rp77 Miliar Diperiksa

Nasional penipuan polri polisi
Siti Yona Hukmana • 19 April 2022 23:06
Jakarta: Tony Sutrisno, pelapor dugaan penipuan dua jam tangan merek Richard Mille seharga Rp77 miliar diperiksa Bareskrim Polri. Tony dimintai keterangan soal proses transaksi pembelian kedua jam mewah tersebut.
 
"Jadi terkait dengan tadi menggali secara detail mengenai proses transaksi, siapa saja yang terlibat, kemudian terjadi dimana, pelaksanaan pembayarannya di mana, itu yang digali oleh teman-teman penyidik dan saya sangat apresiasi dengan penyidik karena profesional menggali secara objektif," kata Kuasa Hukum Tony, Basuki di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Selasa, 19 April 2022.
 
Basuki mengatakan kliennya dikonfirmasi terkait bukti-bukti yang dikantongi penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri. Antara lain, bukti-bukti percakapan yang terdapat proses transaksi pembelian dua jam itu. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Bukti transaksi itu lebih banyak berupa pesan elektronik. Polisi menggali dari proses pembelian hingga pembayaran. Penyidik juga mengonfirmasi Tony soal penyebab pihak Richard Mille yang tak kunjung mengirim kedua jam tangan tersebut selama dua jam setelah proses pembayaran.
 
"Itu digali sejauh mana transaksi ini terjadi dan sejauh mana tentang ketidakberkewajiban dari pihak Richard Mille tadi yang sempat lama, itu menggali dari detail dari proses pembelian," ucap dia.
 
Baca: Kasus Indra Kenz, 10 Jam Tangan Mewah Rudiyanto Pei Disita
 
Basuki meyakini dugaan pidana penipuan itu terdapat pada lokasi penyerahan barang. Dia menyebut penyerahan seharusnya di Jakarta, bukan di Singapura. Meski pembayaran dilakukan di Singapura atas permintaan Richard Lee.
 
"Kalau pembayaran di Singapura itu iya, karena memang sesuai dengan perintah atau permintaan dari Pak Richard Lee sebagai transaksi di Indonesia. Karena resminya banyak butik yang di gerai Indonesia," katanya.
 
Tony diperiksa sekitar delapan jam. Penyidik masih menggali latar belakang proses transaksi pembelian jam tangan mewah itu untuk menemukan pihak-pihak yang terlibat.
 
Tony Sutrisno merasa ditipu saat membeli dua jam tangan mewah merek Richard Mille senilai Rp77 miliar. Pimpinan PT Royal Mandiri Internusa sebagai operator butik Richard Mille Jakarta, Yullie, menepis tuduhan penipuan tersebut.
 
Dia menegaskan tuduhan Tony atas pembelian itu menyesatkan. Menurutnya, Tony tidak membelinya dari Richard Mille Jakarta.
 
"Bahwa perlu kami sampaikan bahwa Saudara Tony Trisno tidak pernah membeli dari PT Royal Mandiri Internusa (Richard Mille Jakarta) dua jam tangan Richard Mille tipe RM 56-02 Blue Sapphire Unique Piece dan tipe RM 57-03 WG Black Sapphire Dragon," kata Yullie dalam keterangan tertulis, Jumat, 8 April 2022.
 
Yullie juga menyebut PT Royal Mandiri Internusa (Richard Mille Jakarta) juga tidak pernah menerima pembayaran dari Tony Trisno. Apalagi dalam mata uang dolar Singapura.
 
Yullie mengatakan pihaknya juga telah menghadiri pemeriksaan sebagai saksi oleh Bareskrim Polri pada 23 Agustus 2021. Pemeriksaan itu berdasarkan undangan Nomor: B/3632/VIII/2021Dittipidum Tanggal 23 Agustus 2021 dan Nomor: B/7918/XII/RES.1.11/2021/Dittipideksus Tanggal 8 Desember 2021.
 
"Kami PT Royal Mandiri Internusa (Richard Mille Jakarta) telah hadir memenuhi undangan sebagai saksi dan memberikan klarifikasi mengenai kejadian yang sesungguhnya," kata Yullie.
 
(AGA)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif