Mantan Direktur Utama Pertamina Karen Galaila Agustiawan--Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez.
Mantan Direktur Utama Pertamina Karen Galaila Agustiawan--Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez.

Mantan Dirut Pertamina Tebar Senyum di Sidang Perdana

Nasional Kasus hukum Karen Galaila
Fachri Audhia Hafiez • 31 Januari 2019 11:11
Jakarta: Mantan Direktur Utama Pertamina Karen Galaila Agustiawan menjalani sidang perdana hari ini, Kamis, 31 Januari 2019. Sidang pembacaan dakwaan itu digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Kemayoran, Jakarta Pusat.
 
Pantauan Medcom.id, Karen tiba di Gedung Tipikor sekitar pukul 10.30 WIB. Dia memakai pakaian dan hijab serba warna ungu dengan sepatu merah serta membawa tas transparan. Dia menebar senyum di hadapan wartawan.
 
Sidang kali ini dipimpin Ketua Majelis Hakim Emilia Djaja Subagia. Kemudian anggota majelis hakim Frangki Tambuwun, Rosmina, Anwar, dan Mohammad Idris.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Karen sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka melalui Surat Perintah Penetapan Tersangka Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Nomor: Tap-13/F.2/Fd.1/03/2018 tanggal 22 Maret 2018.
 
Baca: Karen Ditahan 20 Hari di Rutan Pondok Bambu
 
Perkara ini bermula pada 2009 ketika PT Pertamina (Persero) mengakuisisi (investasi nonrutin) berupa pembelian sebagian aset milik ROC Oil Company LTd di Lapangan Basker Manta Gummy (BMG) Australia. Pembelian berdasarkan agreement for sale and purchase-BMG project tanggal 27 Mei 2009.
 
Dalam pelaksanaannya, ada dugaan penyimpangan dalam pengusulan investasi yang tidak sesuai dengan pedoman investasi. Pengambilan keputusan investasi diduga tanpa adanya studi kelayakan berupa kajian secara lengkap dan tanpa adanya persetujuan dari dewan komisaris. Hal ini membuat keuangan Pertamina dirugikan USD31.492.851 dan AUD26.808.244 atau setara Rp568,06 miliar.
 
Akibat perbuatannya, tersangka disangka melanggar Pasal 2 ayat (1), Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.
 
Karen Agustiawan diangkat menjadi Direktur Utama (Dirut) PT Pertamina (Persero) oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang kala itu dijabat Sofyan Djalil pada 2009. Sejak 5 Februari 2009, Karen menempati pucuk pimpinan di Pertamina menggantikan Ari Hernanto Soemarno.
 
Kemudian pada 2013, Dahlan Iskan yang menjabat sebagai Menteri BUMN memperpanjang jabatan Karen sebagai Dirut Pertamina. Saat itu, Dahlan menandatangani Surat Keputusan (SK) perpanjangan jabatan tersebut pada 3 Juni 2013. Namun, pada Oktober 2014 Karen mengundurkan diri dari jabatan penting tersebut.
 
Alasan utama Karen meninggalkan posisi pucuk di Pertamina karena ia ingin berkonsentrasi pada keluarganya. Ibu dengan tiga anak tersebut memang cukup sibuk selama 6,5 tahun terakhir sejak memimpin Pertamina. Selain itu, setelah mengundurkan diri, Karen menjadi pengajar di Universitas Harvard, Amerika Serikat.
 
Meski begitu, selama hampir 6 tahun mengampu jabatan sebagai Dirut Pertamina, Karen berhasil mengubah dan mencatat 4 sejarah penting di Pertamina. Dia adalah perempuan pertama yang memimpin Pertamina. Dia juga menjadi dirut terlama di Pertamina pasca reformasi dengan masa jabatan enam tahun.
 
Dia juga mampu membawa Pertamina meningkatkan laba bersih hingga 97 persen. Bahkan, Pertamina masuk dalam Fortune Global 500 pada 2013 mengalahkan raksasa seperti PepsiCo, Unilever, dan Google.
 

(YDH)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif