Juru bicara KPK Febri Diansyah. Foto: MI/Rommy Pujianto
Juru bicara KPK Febri Diansyah. Foto: MI/Rommy Pujianto

KPK Periksa Sepuluh Legislator Lampung Tengah

Nasional Suap Bupati Mustafa
Juven Martua Sitompul • 12 Februari 2019 09:57
Jakarta: Sepuluh anggota DPRD Kabupaten Lampung Tengah diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Mereka diperiksa terkait kasus dugaan suap dan gratifikasi yang menjerat mantan Bupati Lampung Tengah Mustafa.
 
"Pemeriksaan dilakukan di Sekolah Pendidikan Kepolisian Negara (SPN) Polda Lampung Tengah," kata juru bicara KPK Febri Diansyah melalui pesan singkat, di Jakarta, Selasa, 12 Februari 2019.
 
Kesepuluh legislator Lampung Tengah yang diperiksa itu ialah Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Lampung Tengah, Syamsudin; Ketua Komisi II DPRD Lampung Tengah, Anang Hendra Setiawan; Wakil Ketua Komisi II DPRD Lampung Tengah, Sopian Yusuf; Sekretaris Komisi II DPRD Lampung Tengah, Hi Roni Ahwandi; dan anggota Komisi II DPRD Lampung Tengah, Febriyantoni.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kemudian anggota Komisi II DPRD Lampung Tengah, Sumarsono; anggota Komisi II DPRD Lampung Tengah, Wahyudi; anggota Komisi II DPRD Lampung Tengah, Slamet Widodo; anggota Komisi II DPRD Lampung Tengah, Sukarman; dan anggota Komisi II DPRD Lampung Tengah, Muhlisin Ali.
 
Baca juga: Bupati Lampung Tengah Jadi Tersangka Lagi
 
Lembaga antirasuah mengingatkan agar kesepuluh anggota dewan Lampung Tengah itu hadir dalam pemeriksaan. Terpenting, bersikap kooperatif dan jujur dalam mengungkap ihwal suap dan gratifikasi tersebut.
 
"Kami harap para saksi datang dan menjelaskan dengan jujur apa yang diketahui terkait dugaan aliran dana, proses pengesahan anggaran dan materi perkara lainnya yang ditanyakan penyidik," pungkasnya.
 
KPK kembali menetapkan Mustafa sebagai tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi. Dia diduga menerima hadiah atau janji terkait dengan pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah tahun anggaran 2018.
 
Mustafa diduga telah menerima fee dari ijon proyek-proyek di lingkungan Dinas Bina Marga dengan kisaran fee sebesar 10 persen sampai 20 persen dari nilai proyek. Total suap yang diterima Mustafa sebanyak Rp95 miliar.
 
Baca juga:Penyuap Eks Bupati Lampung Tengah Diperiksa
 
Uang itu diperoleh Mustafa dalam kurun waktu Mei 2017 hingga Februari 2018. Rinciannya yakni Rp58,6 miliar dengan kode IN BM berasal dari 179 calon rekanan dan Rp36,4 miliar dengan kode IN BP berasal dari 56 calon rekanan.
 
Total Rp95 miliar suap dan gratifikasi yang diterima Mustafa, sebagian besar berasal dari Budi Wiranto dan Simon Susilo. Dari keduanya, Mustafa menerima Rp12,5 miliar.
 
Sebesar Rp5 miliar diberikan Budi Wiranto sebagai fee ijon proyek paket pekerjaan ruas jalan di Kabupaten Lampung Tengah dengan nilai proyek sekitar Rp40 miliar. Sedangkan, sebesar Rp7,5 miliar dari Simon Susilo atas fee 10% untuk ijon dua proyek paket pekerjaan peningkatan jalan di Kabupaten Lampung Tengah dengan nilai proyek sekitar Rp76 miliar.
 
Penetapan ini merupakan pengembangan kasus suap terkait persetujuan pinjaman daerah untuk APBD Lampung Tengah tahun 2018 yang membuat Mustafa divonis tiga tahun pidana penjara dan denda sebesar Rp100 juta subsider tiga bulan kurungan.

 

(MEL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi