Suap. Ilustrasi: Medcom.id/M Rizal.
Suap. Ilustrasi: Medcom.id/M Rizal.

Pejabat KONI Diminta Menyerahkan Uang ke Asisten Menpora

Nasional OTT Pejabat Kemenpora
Damar Iradat • 25 April 2019 16:16
Jakarta: Kepala Bagian Keuangan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Eni mengaku pernah menyerahkan uang Rp3 miliar kepada Miftahul Ulum, asisten pribadi Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi. Uang itu diserahkan melalui orang suruhan Miftahul.
 
Eni dihadirkan sebagai saksi dalam sidang lanjutan kasus suap dana hibah dengan terdakwa Sekretaris Jenderal KONI Ending Fuad Hamidy dan Bendahara KONI Johnny E Awuy. Dia mengatakan awalnya diminta mencairkan dana hibah Rp10,9 miliar dari Kemenpora.
 
"Seusai (perintah) Pak Johnny, perintahnya itu ada tiga tahapan penggunaan uang. Dari pertama Rp10,9 miliar itu, Rp3 miliar untuk diberikan kepada Pak Ulum," kata Eni di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis, 25 April 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kemudian, Eni mengaku dipanggil Johnny ke ruangannya. Dalam pertemuan itu, Johnny menyatakan jika ada orang suruhan Ulum yang akan akan mengambil uang Rp3 miliar tersebut.
 
Setelah itu, menurut Eni, memang sempat ada seseorang yang datang menemui Johnny. "(Orang suruhan Ulum) datang, lalu, Pak Johnny yang menyerahkan kepada utusan Pak Ulum," tegas dia.
 
Dalam sidang-sidang sebelumnya, Ulum memang kerap disebut-sebut. Mantan Bendahara Pengeluaran Pembantu Kemenpora Supriyono, contohnya, mengatakan Miftahul menyuruhnya mencarikan uang.
 
Surat dakwaan juga menyebut Ending sempat berkoordinasi dengan Miftahul untuk menyetujui komitmen fee yang harus diberikan KONI kepada Kemenpora terkait bantuan dana hibah. Setelah keduanya berkoordinasi, besaran komitmen fee untuk pihak Kemenpora disepakati kurang lebih 15-19 persen dari total nilai bantuan dana hibah yang diterima KONI.
 
Ending beserta Johnny didakwa menyuap pejabat Kemenpora. Sogokan itu untuk mempercepat proses persetujuan dan pencairan bantuan dana hibah yang diajukan KONI Pusat kepada Kemenpora pada tahun kegiatan 2018.
 
Baca: Nasib Menteri Imam Nahrawi Bergantung Fakta Persidangan
 
Johnny dan Ending diyakini memberikan hadiah berupa satu mobil Toyota Fortuner VRZ TRD warna hitam metalik dengan nomor polisi B 1749 ZJB kepada Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora Mulyana. Mulyana juga menerima uang Rp300 juta.
 
Suap juga meliputi satu kartu ATM Debit BNI nomor 5371 7606 3014 6404 dengan saldo Rp100 juta dan satu ponsel merek Samsung Galaxy Note 9. Ending juga berperan memberikan hadiah kepada dua pegawai Kemenpora, Adhi Purnomo dan Eko Triyanta, berupa uang Rp215 juta.
 
Ending dan Johnny disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau Pasal 13 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 junctoPasal 64 ayat 1 KUHP.
 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif