Sidang putusan sela terdakwa kasus suap izin impor bawang putih Mirawati Basri. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez
Sidang putusan sela terdakwa kasus suap izin impor bawang putih Mirawati Basri. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez

Mirawati Bantah Tudingan Jaksa Soal Izin Perawatan Wajah

Nasional Impor Bawang Putih
Fachri Audhia Hafiez • 03 Februari 2020 19:01
Jakarta: Terdakwa kasus dugaan suap izin impor bawang putih, Mirawati Basri, membantah tudingan jaksa penuntut umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait izin penetapan berobat. Mirawati mengaku mengalami masalah kulit sejak mendekam di rumah tahanan (rutan) K4 KPK.
 
"Saya semenjak tinggal di rutan kulit saya gatal-gatal berikut muka, dan punggung. Semua ada putih-putih, sudah diobatin di Poli, bolak-balik," kata Mirawati saat persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jalan Bungur Raya, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin, 3 Februari 2020.
 
Mirawati mengatakan dokter yang memeriksa sempat menyampaikan kulitnya sensitif, dan tidak bisa di atas suhu 22 derajat celcius. Ia diwajibkan melakukan terapi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kulit punggung saya gatal-gatal yang mulia," melas Mirawati.
 
Mirawati mengaku direkomendasikan ke Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta untuk pengobatan tersebut. Dia membantah permintaan untuk clinical facial brightening secara pribadi.
 
"Jadi facial yang dimaksud itu silakan tanya ke dokter. Jadi saya di sini ada hitam, ada putih, (menunjuk bagian tubuh). Mungkin pengawal tidak masuk karena laki-laki, karena harus buka baju seperti ada panu tapi tidak panu, kena eksim yang mulia," beber Mirawati.
 
Sebelumnya, JPU KPK Takdir Suhan menyebutkan perbedaan penanganan medis yang berujung perawatan facial tersebut. Izin medis awalnya hanya untuk pengobatan ke dokter spesialis kulit dan kelamin. Kemudian pemeriksaan kesehatan pap smear ke dokter spesialis kandungan.
 
"Dan di sini (penetapan medis) dengan tegas tidak disampaikan bahwa ada tindakan clinical facial brightening atau facial," ujar Takdir.
 
Dalam kasus ini, Mirawati didakwa menerima suap bersama mantan anggota DPR Fraksi PDIP I Nyoman Dhamantra, dan pihak swasta bernama Elviyanto. Nyoman diduga menerima Rp2 miliar sedangkan Mirawati dan Elviyanto sebesar Rp1,5 miliar.
 
Uang tersebut berasal dari Direktur PT Cahaya Sakti Agro (CSA) Chandry Suanda alias Afung, serta dua orang swasta lainnya, Dody Wahyudi dan Zulfikar. Suap diberikan agar Dhamantra membantu pengurusan Surat Persetujuan Impor bawang putih di Kementerian Perdagangan dan Rekomendasi Impor Produk Holtikultura (RIPH) di Kementerian Pertanian untuk kepentingan Afung.
 

(AZF)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif