Sidang putusan sela terdakwa kasus suap izin impor bawang putih Mirawati Basri. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez
Sidang putusan sela terdakwa kasus suap izin impor bawang putih Mirawati Basri. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez

Terdakwa KPK Manfaatkan Izin Berobat untuk Perawatan Wajah

Nasional Impor Bawang Putih
Fachri Audhia Hafiez • 03 Februari 2020 18:33
Jakarta: Jaksa penuntut umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mempersoalkan izin penetapan berobat terdakwa kasus suap izin impor bawang putih, Mirawati Basri. Jaksa menyebut ada perbedaan penanganan medis yang berujung perawatan wajah.
 
"Ada tindakan medis berupa clinical facial brightening atau facial yang dilakukan oleh terdakwa di mana sesuai dengan penetapan, tidak disebutkan adanya permohonan penetapan untuk dilakukan tindakan tersebut," kata JPU KPK Takdir Suhan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jalan Bungur Raya, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin, 3 Februari 2020.
 
Menurut jaksa, izin berobat itu dijalankan Mirawati, Jumat, 24 Januari 2020, di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto. Jaksa mengeklaim memiliki bukti tagihan medis dan perbedaan izin berobat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Takdir menyebut izin medis awalnya hanya disebutkan untuk pemeriksaan kesehatan ke dokter spesialis kulit dan kelamin. Selain itu, ada pemeriksaan kesehatan pap smear ke dokter spesialis kandungan.
 
"Dan di sini (penetapan medis) dengan tegas tidak disampaikan bahwa ada tindakan clinical facial brightening atau facial," ujar Takdir.
 
Takdir mengatakan saat itu petugas rumah tahanan (rutan) K4 KPK, tempat Mirawati ditahan, tidak bisa memastikan tindakan medis dokter. Pasalnya, pemeriksaan medis hanya diketahui terdakwa dan dokter.
 
Dalam kasus ini, Mirawati didakwa menerima suap bersama mantan anggota DPR Fraksi PDI Perjuangan I Nyoman Dhamantra dan pihak swasta Elviyanto. Nyoman diduga menerima Rp2 miliar sedangkan Mirawati dan Elviyanto sebesar Rp1,5 miliar.
 
Uang tersebut berasal dari Direktur PT Cahaya Sakti Agro (CSA) Chandry Suanda alias Afung serta dua orang lainnya, Dody Wahyudi dan Zulfikar. Suap diberikan agar Dhamantra membantu pengurusan surat persetujuan impor (SPI) bawang putih di Kementerian Perdagangan dan rekomendasi impor produk holtikultura (RIPH) di Kementerian Pertanian untuk kepentingan Afung.
 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif