NEWSTICKER
Anggota DPR RI Komisi VI periode 2014-2019, I Nyoman Dhamantra membacakan nota keberatan atau eksepsi. - Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez
Anggota DPR RI Komisi VI periode 2014-2019, I Nyoman Dhamantra membacakan nota keberatan atau eksepsi. - Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez

Dhamantra Menangis Memohon Nama Baiknya Dipulihkan

Nasional kasus suap Impor Bawang Putih
Fachri Audhia Hafiez • 07 Januari 2020 19:04
Jakarta: Terdakwa kasus suap izin impor bawang putih I Nyoman Dhamantra memohon majelis hakim menolak dakwaan jaksa penuntut umum Komisi Pemberantasan Korupsi. Dhamantra berharap nama baiknya dan keluarga dipulihkan.
 
"Saya menggantungkan nasib saya kepada majelis hakim yang objektif dan independen dan intervensi politik. Melalui persidangan ini agar fakta-fakta terungkap, sehingga kebenaran dapat tampak dan nama baik saya beserta keluarga dapat dipulihkan," kata Dhamantra saat membacakan nota keberatan atau eksepsi di Pengadilan Tipikor, Jalan Bungur Raya, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa, 7 Januari 2020.
 
Sambil menahan tangis, Dhamantra menceritakan tugasnya saat menjadi wakil rakyat. Ia mengeklaim memperjuangkan hak-hak rakyat berdasarkan kebijakan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Semestinya sejawat di komisi saya begitu juga rekan-rekan di partai dapat memberikan bukti bahwa selama ini saya menolak kebijakan impor. Ideologi politik saya selama ini adalah bagaimana sistem ekonomi nasional sepatutnya mengarah pada keadilan dan pemerataan," ujar Dhamantra.
 
Dalam eksepsi yang berjumlah dua halaman itu, Dhamantra membantah dakwaan jaksa penuntut umum KPK. Ia mengeklaim bingung dan gagal memahami dakwaan yang dibacakan Selasa, 31 Desember 2019 itu. Dhamantra juga menolak disebut menerima hadiah atau janji berupa uang.
 
"Saya memohon kepada majelis hakim agar dapat menerima eksepsi saya," kata Dhamantra mengakhiri pembacaan eksepsi selama kurang lebih sembilan menit itu.
 
Majelis hakim menjadwalkan sidang berikutnya pada Senin, 20 Januari 2020. Agenda sidang mendengarkan tanggapan dari jaksa atas eksepsi Dhamantra.
 
Dhamantra didakwa menerima suap sebesar Rp2 miliar dan dijanjikan menerima Rp1,5 miliar bersama pihak swasta Elviyanto dan Mirawati Basri. Uang tersebut berasal dari Direktur PT Cahaya Sakti Agro (CSA) Chandry Suanda alias Afung serta dua orang swasta lainnya, Dody Wahyudi dan Zulfikar.
 
Suap diberikan agar Dhamantra membantu pengurusan Surat Persetujuan Impor (SPI) bawang putih di Kementerian Perdagangan dan Rekomendasi Impor Produk Holtikultura (RIPH) di Kementerian Pertanian untuk kepentingan Afung.
 
Dhamantra dijerat dalam Pasal 12 huruf a atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.
 

 

(DRI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif