Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron/Antara/Aditya Pradana Putra
Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron/Antara/Aditya Pradana Putra

KPK: Perbuatan Sjamsul dan Itjih Bukan Pidana

Nasional KPK kasus korupsi Kasus BLBI BLBI Penegakan Hukum Pemberantasan Korupsi
Candra Yuri Nuralam • 13 April 2021 07:30
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membeberkan alasan menghentikan kasus Surat Keterangan Lunas Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (SKL BLBI). Perbuatan pemegang saham Bank Dagang Nasional Indonesia (BDNI) Sjamsul Nursalim dan istrinya, Itjih Nursalim terbukti.
 
"Pertama, perbuatannya terbukti, tetapi bukan merupakan tindak pidana," kata Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron melalui keterangan video, Selasa, 13 April 2021.
 
Ghufron mengatakan kerugian negara dari tindakan Sjamsul dan Itjih bukan ranah pidana. Tindakan keduanya masuk ke dalam ranah perdata.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Dalam perspektif pidana, sekali lagi itu sudah tidak ada, tapi kalau dalam perspektif perdata, kalau memang perbuatan Sjamsul maupun Itjih Nursalim dalam perspektif pada saat melakukan mispresentasi itu sebagai bagian dari unsur dari perbuatan melawan hukum," ujar Ghufron.
 
Baca: Soal Penghentian Kasus BLBI, Komisi III 'Pelototi' Keputusan KPK
 
Dia mengatakan pihaknya tidak bisa menangani kasus perdata. Menurutnya, kasus Sjamsul dan Itjih lebih tepat jika ditangani Kejaksaan Agung.
 
Ghufron juga mengatakan meski sudah disetop, bukan berarti KPK tidak bisa menindak lanjuti perkara tersebut. Lembaga Antikorupsi masih bisa menindak Sjamsul dan Itjih jika ditemukan bukti baru ke depan.
 
"Kalau ternyata kemudian baik KPK ataupun pihak publik kemudian bisa memberikan kontribusi baru bahwa ternyata ada perbuatan lain, lain perbuatan yang dinyatakan dan sudah diputus oleh kasasi ini, maka sesungguhnya ini masih terbuka," tutur Ghufron.
 
Meski begitu, KPK tak bisa sembarangan mengusut kasus itu. Rekonstruksi perbuatan Sjamsul dan Itjih harus merupakan bukti tunggal.
 
"Tidak berkaitan lagi dengan SAT (Syafruddin Arsyad Tumenggung) atau perbuatan lain yang di luar dari yang sudah diputuskan oleh kasasi," ucap Ghufron.
 
(ADN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif