Polisi. Ilustrasi: Medcom.id/Mohammad Rizal.
Polisi. Ilustrasi: Medcom.id/Mohammad Rizal.

11 Jenderal Polri Incar Kursi Pimpinan KPK

Nasional seleksi pimpinan kpk
Cindy • 11 Juli 2019 08:08
Jakarta: Mabes Polri mengirimkan 11 perwira tinggi (pati) yang mendapat rekomendasi untuk mendaftarkan diri sebagai calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (capim KPK). Mereka berpangkat brigadir jenderal (brigjen) hingga inspektur jenderal (irjen).
 
"Rinciannya tujuh orang bintang satu (brigjen), empat orang bintang dua (irjen). Itu sudah diserahkan secara individu, masing-masing akan mendaftarkan ke Panitia Seleksi (Pansel)," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Jakarta, Kamis, 11 Juli 2019.
 
Dedi enggan menyebut siapa saja calon yang diberikan rekomendasi tersebut. Awalnya, identitas sembilan pati sudah diketahui, tetapi dua orang mengundurkan diri. Kemudian, ada penambahan sebanyak empat pati yang tak diketahui identitasnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Pendaftarannya secara individu, jadi datanya ada di Pansel. Dari 11 itu apakah sebelas-sebelasnya mendaftar semuanya atau tidak (belum tahu), " ucap Dedi.
 
Kesebelas pati tersebut telah melewati rangkaian seleksi internal Polri. Mereka sudah mendapatkan restu dari Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk bergelut di bursa capim KPK periode 2019-2023.
 
Dedi menyebut Polri tak mau berandai-andai terkait semua calon dari Polri lolos. Pasalnya, hanya ada lima kursi pimpinan Lembaga Antirasuah yang diperebutkan para perserta seleksi. "Yang jelas Polri sudah mempersiapkan 11 pati terbaik," tutur Dedi.
 
Sementara itu, Kapolri menginginkan anak buahnya mendaftar sebagai calon komisioner KPK. Tito ingin ada unsur kepolisian yang menjadi salah satu pimpinan Lembaga Antikorupsi tersebut.
 
"Karena sejarah, dari awal Polri turut membesarkan KPK melalui anggotanya yang ada di situ," kata Tito di Semarang, Jawa Tengah, Jumat, 5 Juli 2019.
 
Baca: KPK Diminta Tak Jadi Kacang Lupa Kulit
 
Tito membebaskan anggota kepolisian yang ingin maju menjadi Komisioner KPK karena rekrutmen komisioner KPK bersifat terbuka. Tito yakin kehadiran unsur polisi bakal memperkuat lembaga itu memerangi korupsi.
 
"Anggota-anggota Polri di sana cukup banyak. salah satu nilai plus, kerja sama lebih mudah. Dari KPK ada 100 (anggota Polri) kembali ke Polri. Mereka menyelesaikannya dalam keadaan baik, husnul khatimah. Membuat nama baik bagus dan memperkuat KPK," ungkap Tito.
 
Dia menyebut sepuluh anggota Polri tergolong sedikit jika dibanding jumlah total pelamar yang mencapai ratusan orang. Namun, dia tidak ingin Korps Bhayangakara diberi hak khusus. Tito ingin proses seleksi berjalan sehat.
 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif