anggota DPR Arteria Dahlan. Foto: Damar Iradat/Medcom.id
anggota DPR Arteria Dahlan. Foto: Damar Iradat/Medcom.id

Uji Materi UU KPK Dianggap Menyesatkan Publik

Nasional Revisi UU KPK
M Sholahadhin Azhar • 19 November 2019 16:32
Jakarta: Pemohon uji materi Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dinilai menggiring opini publik. Tudingan pemohon dalam gugatan uji materi tak sesuai dengan fakta.
 
"Opini para pemohon yang menyatakan pembahasan UU KPK perubahan kedua dilakukan secara tersembunyi, dibahas dalam rapat-rapat tertutup, dalam kurun waktu yang relatif singkat adalah opini yang menyesatkan," ujar anggota DPR Arteria Dahlan dalam sidang uji materi UU KPK di Gedung MK, Selasa, 19 November 2019.
 
Arteria menepis pembahasan revisi UU KPK dilakukan sembunyi-sembunyi. Sebab perubahan UU KPK masuk program legislasi nasional (prolegnas) prioritas 2015-2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pengajuan revisi UU KPK disetujui Badan Legislasi (Baleg) DPR. Parlemen dan Kementerian Hukum dan HAM kemudian menindaklanjuti persetujuan itu, sehingga prosesnya sah secara hukum.
 
"Opini para pemohon yang menyatakan revisi UU KPK dilaksanakan tanpa melalui prolegnas prioritas 2019 dan tidak ada kejadian luar biasa atau konflik bencana alam dan dalam keadaan tertentu adalah opini yang keliru, dan tidak sesuai fakta yang sebenarnya," ujar kuasa hukum DPR itu.
 
Menurut dia, DPR sangat terbuka dan transparan dalam pembahasan revisi UU KPK. Pemerintah juga dilibatkan sesuai dengan regulasi penunjang yang berlaku.
 
Arteria juga menyoal tudingan revisi UU KPK cacat prosedur. Menurut dia, pengambilan keputusan berlangsung kuorum. Mayoritas legislator sepakat dengan pengubahan regulasi tersebut.
 
"Dilaksanakan 17 September, 289 anggota dari 560 anggota. Opini para pemohon yang menyatakan jumlah anggota DPR yang hadir berjumlah 80 orang, atau setidak-tidaknya kurang dari setengah anggota DPR adalah opini yang keliru, opini yang menyesatkan dan tidak sesuai fakta yang sebenarnya," kata dia.
 

(AZF)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif