Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Wiranto--Medcom.id/Ilham Pratama Putra.
Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Wiranto--Medcom.id/Ilham Pratama Putra.

Masyarakat Diminta Tak Berspekulasi Terkait Ancaman Pembunuhan Tokoh Nasional

Nasional Demo Massa Penolak Pemilu
Ilham Pratama Putra • 31 Mei 2019 15:30
Jakarta: Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto meminta semua pihak menahan komentar, terkait ancaman pembunuhan empat tokoh nasional dan satu tokoh pimpinan lembaga survei. Dia berharap tak ada pihak yang berspekulasi.
 
"Proses hukum jalan, jadi enggak usah kita berspekulasi. Tokoh mana pun boleh mengatakan ini itu, tapi jangan berspekulasi," kata Wiranto di Gedung Kementrian Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Kemenko Polhukam), Jumat, 31 Mei 2019.
 
Wiranto mengatakan keabsahan ancaman itu segera terbongkar. Saat ini pihaknya masih menyusun alur analisa hukum dan alur Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Nanti akan ketahuan secara jelas dan gamblang, masyarakat akan tahu. Enggak usah kita berspekulasi ini dan itu. Soal komentar lain biarkan saja lah," pungkas Wiranto
 
Seperti diketahui, Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu meragukan adanya ancaman itu. Ryamizard menilai pengancam tak akan berani melakukan pembunuhan.
 
"Biasalah (gerakan), ‘entar gua gebukin lu'. Kan belum tentu digebukin, begitu kan," kata Ryamizard di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 29 Mei 2019.
 
Baca: Identitas Aktor Intelektual Rencana Pembunuhan 4 Tokoh Nasional Dikantongi
 
Sebelumnya, Mabes Polri sudah mengantongi aktor intelektual rencana pembunuhan empat tokoh nasional dan satu tokoh pimpinan lembaga survei pada kerusuhan 21-22 Mei 2019. Polri menduga para pelaku adalah pembunuh bayaran profesional.
 
"(Otak rencana pembunuhan) seseorang itu sudah kami kantongi identitasnya dan tim sedang mendalami," kata Kepala Divisi (Kadiv) Humas Mabes Polri, Irjen Mohammad Iqbal di Kantor Kemenkopolhukam, Jakarta, Senin, 27 Mei 2019.
 
Iqbal enggan membeberkan identitas orang yang diduga menjadi dalang rencana pembunuhan empat tokoh nasional dan satu tokoh pimpinan lembaga survei itu. Dia juga belum mau menyebut pihak-pihak yang jadi target pembunuhan. Dia berjanji polisi akan mengumumkanya pada waktu yang tepat.
 
Sementara itu, enam tersangka eksekutor sudah ditangkap polisi. Mereka berinisial HK, AZ, IF, TJ, AD, dan AF. Keenamnya ditangkap karena terlibat jual beli senjata api rakitan ilegal.
 

(YDH)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif