Konferensi pers penetapan tersangka mantan Wali Kota Cimahi Ajay Muhammad Priatna. Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez.
Konferensi pers penetapan tersangka mantan Wali Kota Cimahi Ajay Muhammad Priatna. Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez.

Suap Eks Penyidik KPK, Wali Kota Cimahi Segera Diadili

Fachri Audhia Hafiez • 25 November 2022 10:55
Jakarta: Wali Kota Cimahi periode 2017-2022, Ajay Muhammad Priatna, segera diadili terkait kasus suap yang melibatkan mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Stepanus Robin Pattuju. Jaksa penuntut umum (JPU) pada KPK telah merampungkan berkas perkara Ajay.
 
"Jaksa KPK Asril telah selesai melimpahkan berkas perkara dan surat dakwaan dengan terdakwa Ajay Muhammad Priatna ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Bandung," kata juru bicara bidang penindakan KPK Ali Fikri melalui keterangan tertulis, Jumat, 25 November 2022.
 
Ali mengatakan persidangan awal dengan agenda pembacaan surat dakwaan masih menunggu terbitnya penetapan hari sidang. Sekaligus penetapan penunjukan majelis hakim dari panitera muda.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ajay masih ditahan di rumah tahanan KPK pada Kavling C1, Jakarta. Status penahanan kini merupakan wewenang Pengadilan Tipikor Bandung.
 
"Status penahanan terdakwa saat ini telah beralih menjadi wewenang Pengadilan Tipikor," ujar Ali.

Baca: KPK Dalami Pelaksanaan Proyek di Papua


Kasus tersebut bermula ketika Ajay mengetahui KPK tengah mengusut dugaan korupsi terkait penyaluran dana bantuan sosial (bansos) di wilayah Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Dia berupaya mengondisikan agar KPK tak menyentuh Kota Cimahi.
 
Dia bertemu terpidana korupsi Radian Ashar dan Saiful Bahri di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat. Ajay dijebloskan ke Lapas Sukamiskin untuk menjalani hukuman dua tahun penjara terkait kasus korupsi proyek pengembangan Rumah Sakit Umum (RSU) Kasih Bunda di Cimahi.
 
Radian Ashar dan Saiful Bahri menyampaikan pada Ajay untuk menemui salah seorang penyidik KPK bernama Stepanus Robin Pattuju alias Roni. Ajay bertemu dengan Robin pada Oktober 2020.
 
Robin juga mengajak pengacara Maskur Husain untuk meyakinkan Ajay. Robin dan Maskur juga sudah diadili pada perkara ini.

Baca: Bareskrim Periksa Rudy Hartono Iskandar Terkait Kasus Tanah Cengkareng di KPK


Robin menawarkan bantuan kepada Ajay berupa iming-iming agar pengumpulan bahan keterangan dan informasi di Kota Cimahi oleh Tim KPK tidak berlanjut. Ajay dijanjikan tidak menjadi target operasi KPK dengan syarat adanya kesepakatan pemberian sejumlah uang.
 
Robin meminta uang Rp1,5 miliar ke Ajay. Namun, Ajay hanya menyanggupi memberikan Rp500 juta.
 
Uang diberikan bertahap kepada Robin. Mulanya Rp100 juta dan diberikan sebagai tanda jadi. Total uang yang diserahkan sebesar Rp500 juta yang diduga berasal dari penerimaan gratifikasi dari aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkot Cimahi.
 
Pada perkara ini, Ajay disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
 
(LDS)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif