Ilustrasi: Medcom.id
Ilustrasi: Medcom.id

Pemerintah Dianggap Masih Ragu Ungkap Kasus Penembakan Pendeta Yeremia

Nasional papua kelompok sipil bersenjata kelompok bersenjata di papua
Siti Yona Hukmana • 22 Oktober 2020 15:43
Jakarta: Penyataan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD soal adanya dugaan keterlibatan aparat dalam penembakanPendeta Yeremia Zanambani di Intan Jaya, Papua, dianggap mengherankan. Pasalnya, masih ada keraguan dari pemerintah dalam mengungkap kasus itu.
 
"Pak Menko Polhukam menyatakan bahwa meskipun ada dugaan keterlibatan oknum aparat, tapi ada juga kemungkinan dilakukan oleh pihak ketiga," kata peneliti Amnesty International Indonesia Ari Pramuditya dalam konferensi pers daring, Kamis, 22 Oktober 2020.
 
Menurut dia, pernyataan itu berbeda dengan pengungkapan kasus penembakan terhadap dua prajurit TNI, Sersan Kepala (Serka) Sahlan dan Prajurit Satu (Pratu) Dwi Sahlan. Mahfud dengan tegas menyatakan pelaku kelompok kriminal bersenjata (KKB).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pernyataan Mahfud yang berdasarkan laporan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) dianggap membuat masyarakat bingung. Sejatinya, TGPF yang beranggotakan 30 orang dari pejabat negara dan tokoh masyarakat bertugas mengumpulkan data dan informasi agar membuat terang kasus ini.
 
"Yang ada malah kita menjadi bertanya-tanya, temuan TGPF untuk kasus Pendeta Yeremia ini arahnya ke mana," tutur Ari.
 
Dia menilai kasus ini seharusnya dapat menjadi pintu masuk untuk mengakhiri siklus kekerasan di Papua. Selain itu, perkara ini dapat menyelesaikan kasus pembunuhan yang terjadi sebelumnya dan memberikan keadilan bagi korban.
 
Baca: Mahfud MD: Aparat Diduga Terlibat dalam Pembunuhan Pendeta di Intan Jaya
 
Ari mendorong TGPF menginvestigasi menyeluruh kasus ini untuk mendapatkan hasil yang terang, tanpa keraguan. TGPF diharapkan memberikan rekomendasi kepada pemerintah guna mencegah kekerasan keberulangan di Papua.
 
Pendekatan keamanan diharap tak digunakan. Dialog harus diutamakan.
 
"Karena pendekatan keamanan ini yang membuat jatuhnya korban warga sipil," ungkap dia.
 
(OGI)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif