Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono (tengah). Medcom.id/Kautsar Widya Prabowo
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono (tengah). Medcom.id/Kautsar Widya Prabowo

Dampak Demo Ricuh UU Ciptaker, Fasilitas Rusak hingga Korban Luka

Nasional polri Omnibus Law Demo Tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja
Siti Yona Hukmana • 10 Oktober 2020 05:48
Jakarta: Polisi mendata dampak demo penolakan Undang-Undang Cipta Kerja (UU Ciptaker) yang berakhir ricuh. Demo yang berubah anarkistis merusak fasilitas umum hingga menciptakan korban luka.
 
"Seperti korban orang sipil yang luka ada 129 orang dirawat di seluruh rumah sakit di Jakarta," kata Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat, 9 Oktober 2020.
 
Sebanyak 3.862 orang ditangkap di sejumlah daerah. Argo mengatakan ribuan orang itu ditangkap karena melakukan perbuatan anarkistis.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ribuan orang yang ditangkap berasal itu dari berbagai kalangan. Sebagian besar kelompok yang ditangkap berasal dari anarko, buruh, siswa, mahasiswa, dan masyarakat.
 
"Di Polda Sumatra Utara ada dua mobil wakil kepala rumah sakit (wakarumkit) dan satu truk Sabhara dirusak, 41 polisi luka," ungkap jenderal bintang dua itu.
 
Perusakan juga terjadi di DI Yogyakarta. Yakni satu sepeda motor, sembilan mobil dinas Polri dan dua pos polisi dirusak.
 
Baca: Aksi Massa Ricuh di Makassar Menyisakan Kerusakan
 
Polda Riau juga terdampak demo rusuh setempat. Sebanyak satu mobil dirusak dan 11 polisi terluka.
 
Di Jawa Timur dan Banten terdapat masing-masing dua orang polisi luka. Tiga polisi di wilayahPolda Gorontalo terluka.
 
Polda Sumatra Selatan terdapat dua mobil dirusak. Polda Sulawesi Selatan terdapat dua sepeda motor, kantor polsek dirusak, dan tujuh orang anggota luka-luka.
 
Polda Lampung terdapat satu pos polisi dirusak. Kemudian di DKI Jakarta 23 polisi luka, sembilan pos polisi dibakar, sembilan pos polisi dirusak dan tiga mobil dibakar.
 
Polisi belum mengetahui kerugian dari dampak kerusakan tersebut. Korps Bhayangkara masih melakukan pendataan.
 
(SUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif