Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Aksi Massa Ricuh di Makassar Menyisakan Kerusakan

Nasional Omnibus Law Demo Tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja
Muhammad Syawaluddin • 09 Oktober 2020 22:05
Makassar: Sejumlah fasilitas umum rusak dan terbakar akibat aksi massa menolak omnibus law di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Aksi pun berujung bentrok, dan mengakibatkan kendaraan dan pos polisi rusak.
 
"Ada tiga unit sepeda motor yakni satu unit motor dinas polri, satu unit motor dinas Pemprov Sulsel dan satu unit motor pribadi milik ASN," kata Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Ibrahim Tompo, di Makassar, Jumat, 9 Oktober 2020.
 
Dia menerangkan, kerusakan terjadi saat massa aksi di sekitar Universitas Bosowa dan Universitas Muslim Indonesia bentrok dengan aparat kepolisian. Massa kemudian dipukul mundur menggunakan gas air mata dan water canon.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Massa selanjutnya mundur hingga ke arah Kantor Gubernur Sulsel, namun bentrok tetap terjadi. Walhasil, bentrokan menyebabkan videotron di depan pagar Kantor Gubernur Sulsel terbakar.
 
"Satu unit Videotron yang terpasang di depan kantor gubernur rusak akibat terbakar," jelasnya.
 
Baca:Polri Kucurkan Rp408,8 Miliar buat Belanja Alat Pengamanan Demo UU Ciptaker
 
Sementara, massa aksi yang berada di depan Kantor DPRD Sulsel juga bentrok dengan kepolisian. Mereka dipukul mundur hingga terbagi ke flyover dan Jalan AP Pettarani. Akibat bentrokan itu, pos polisi di bawah flyover rusak.
 
Aksi penolakan terhadap pengesahan Undang-undang Omnibus Law di Kota Makassar, sebelumnya terjadi di sejumlah titik di jalan protokol, seperti di Jalan Urip Sumoharjo, Jalan Perintis Kemerdekaan, Jalan Sultan Alauddin, serta Jalan AP Pettarani.
 
Unjuk rasa di sejumlah titik itu terjadi hingga larut malam atau sekitar pukul 23.30 Wita. Massa di Jalan Alauddin sempat ricuh dan menyerang Polsek Rappocini, hingga menyebabkan kerusakan beberapa fasilitas.

 
(LDS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif