Politikus Partai Gerindra Permadi. (Foto: MI/Susanto)
Politikus Partai Gerindra Permadi. (Foto: MI/Susanto)

Permadi Dicecar Soal Petisi Kivlan Zen

Nasional kasus makar hoax
Muhammad Syahrul Ramadhan • 17 Mei 2019 20:07
Jakarta: Politikus Partai Gerindra Permadi Satrio Wiwohomemenuhi panggilan Polisi. Ia dipanggil sebagai saksi dalam kasus dugaan makar dan penyebaraan berita bohong yang menjerat Kivlan Zen.
 
Usai diperiksa oleh penyidik, Permadi mengaku dicecar 21 pertanyaan. Salah satu yang dicecar oleh penyidik yakni soal pertemuannya dengan Kivlan Zen pada 5 Mei 2019, di Rumah Rakyat, Jalan Tebet Timur Raya.
 
Menurut Permadi, dalam pertemuan tersebut Kivlan sempat menyodori petisi. "Untuk itu saya tentu minta petisinya seperti apa? Saya diberikan petisi, ternyata di petisi itu ada 14 pendahuluan dan empat petisi," kata Permadi kepada wartawan di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Jumat, 17 Mei 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Permadi mengaku menolak 14 pendahuluan tersebut. Sebab, pendahuluan itu terlalu panjang dan rakyat dipastikan tidak mau membaca. Selain itu pendahuluan itu kurang sesuai dengan keinginannya.
 
"Empat petisi saya bersedia, dan keputusan rapat memutuskan saya dianggap paling tua, saya dianggap sesepuh, saya diminta membacakan petisi itu dan saya bersedia," ujarnya.
 
Diketahui Permadi dipanggil menjalani pemeriksaan sebagai saksi dalam kasus yang menjerat Kivlan Zen. Mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) itu diduga terlibat dalam kasus penyebaran berita bohong dan makar.
 
Baca:Permadi Siap Beri Keterangan untuk Kivlan Zen
 
Kivlan Zen sebelumnya dilaporkan ke Bareskrim Polri atas tuduhan makar. Laporan itu teregistrasi dengan nomor LP/B/0442/V/2019/Bareskrim.
 
Perkara yang dilaporkan adalah tindak pidana penyebaran berita bohong (hoaks) UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP Pasal 14 dan/atau Pasal 15 terhadap keamanan negara/makar UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP Pasal 107 juncto Pasal 87 dan/atau Pasal 163 bis juncto Pasal 107.
 

(DMR)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif