Ilustrasi KPK - MI.
Ilustrasi KPK - MI.

Bos Melati Technofo Diperiksa Terkait Suap Bakamla

Nasional suap di bakamla
Juven Martua Sitompul • 03 Juli 2019 12:52
Jakarta: Direktur Utama PT Melati Technofo Indonesia Sumario Heruwindo dipanggil penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dia akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka korporasi PT Merial Esa, terkait dugaan suap proses pembahasan dan pengesahan anggaran proyek satelit monitoring di Badan Keamanan Laut (Bakamla).
 
"Yang bersangkutan akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka korporasi PT Merial Esa," kata juru bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Jakarta, Rabu, 3 Juli 2019.
 
Penyidik juga memanggil Direktur Utama PT Catur Bakti Persada Ivan Roy Parningotan Nainggolan. Dia akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka yang sama.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam kasus ini, KPK telah membekukan uang senilai Rp60 miliar dari rekening PT Merial Esa. Pembekuan uang tersebut merupakan bagian dari upaya KPK mengejar keuntungan yang diperoleh PT Merial Esa dalam menggarap proyek satelit monitoring di Bakamla.
 
PT Merial Esa ditetapkan sebagai tersangka korporasi. PT Merial Esa diduga secara bersama-sama atau memberikan serta menjanjikan sesuatu kepada penyelenggara negara terkait dengan proses pembahasan dan pengesahan anggaran dalam APBN‎-P 2016 untuk Bakamla.
 
(Baca juga:Fayakhun Menyesal)
 
Komisaris PT Merial Esa, Erwin Sya'af Arief, yang sudah ditetapkan tersangka diduga berkomunikasi dengan Anggota Komisi I DPR Fayakhun Andriadi mengupayakan agar proyek satelit monitoring di Bakamla masuk dalam APBN-P 2016.
 
Erwin menjanjikan fee tambahan untuk Fayakhun Andriadi jika berhasil meloloskan permintaannya. Total komitmen fee dalam proyek ini yaitu 7 persen, di mana 1 persennya diperuntukkan Fayakhun Andriadi.
 
Sebagai realisasi commitment fee, Direktur PT Merial Esa, Fahmi Darmawansyah, memberikan uang kepada Fayakhun Andriadi sebesar USD911.480 atau setara sekitar Rp12 miliar yang dikirim secara bertahap sebanyak empat kali melalui rekening di Singapura dan Guang Zhou China.
 
PT Merial Esa disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 ‎Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan Tipikor Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP atau Pasal 56 KUHP.
 
(Baca juga:Rekening PT Merial Esa Dibekukan KPK)

 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif