Terdakwa kasus dugaan penyebaran berita bohong atau hoaks, Ratna Sarumpaet. (Foto: Medcom.id/Fachri Audia Hafiez)
Terdakwa kasus dugaan penyebaran berita bohong atau hoaks, Ratna Sarumpaet. (Foto: Medcom.id/Fachri Audia Hafiez)

Ratna Sarumpaet Sebut Figur Publik Boleh Bohong

Nasional Kabar Ratna Dianiaya
Fachri Audhia Hafiez • 14 Mei 2019 17:25
Jakarta: Terdakwa kasus dugaan penyebar berita bohong atau hoaks, Ratna Sarumpaet mengklaim dirinya sah-sah saja berbohong. Sebab, dirinya adalah figur publik.
 
Awalnya Ratna meminta maaf lantaran sepanjang persidangan, beberapa kali keterangannya dianggap tidak konsisten. Kemudian dia meminta agar tak disamakan dengan pejabat publik.
 
"Jangan disamakan pejabat publik dengan publik figur, saya bukan pejabat publik saya aktivis yang terkenal karena pekerjaannya," kata Ratna di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa, 14 Mei 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Mendengar hal itu, Ketua Majelis Hakim Joni merasa heran dan menanyakan kepada Ratna, siapa yang menganggap dia pejabat publik. Ratna merasa dia dihakimi akibat kebohongan yang ia buat sendiri.
 
"Enggak, dicatat saja. Karena ini hubungannya dengan kesalahan. Pejabat publik itu tidak boleh salah, tidak boleh bohong. Tapi publik figur boleh bohong," ujar Ratna.
 
Baca juga:Hakim Anggap Ratna Sarumpaet Tak Konsisten
 
Hakim Joni kembali menanyakan dasar apa yang digunakan Ratna sehingga dikatakan seperti itu. Ratna berkilah tindakannya berbohong berdasarkan keterangan ahli yang pernah dihadirkan di persidangan.
 
Ia pun menganalogikan kebohongannya itu layaknya kebohongan seorang anak. "Boleh (berbohong), dijewer dengan sayang. Habis dijewer dicium," ucap Ratna.
 
Ratna Sarumpaet sebelumnya didakwa menyebarkan berita bohong atau hoaks. Jaksa menilai, cerita bohong yang dirangkai Ratna seolah-olah benar terjadi penganiayaan oleh orang yang tidak dikenal di Bandung, Jawa Barat.
 
Cerita Ratna turut disertai dengan mengirim foto wajah lebam ke media sosial. Menurut Jaksa, perbuatan itu mengakibatkan kegaduhan dan keonaran di masyarakat.
 
Terlebih sejumlah tokoh ikut angkat bicara mengenai kabar yang disebar Ratna itu. Namun, Ratna kemudian mengakui bahwa foto lebamnya itu dampak dari operasi plastik yang dijalaninya.
 
Akibat perbuatannya, Ratna didakwa melanggar Pasal 14 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan Pasal 28 juncto Pasal 45 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).
 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif