Terdakwa kasus dugaan penyebaran berita bohong atau hoaks Ratna Sarumpaet menjalani sidang perdana di PN Jakarta Selatan, Jakarta. Foto: MI/Bary Fathahilah.
Terdakwa kasus dugaan penyebaran berita bohong atau hoaks Ratna Sarumpaet menjalani sidang perdana di PN Jakarta Selatan, Jakarta. Foto: MI/Bary Fathahilah.

Hakim Anggap Ratna Sarumpaet Tak Konsisten

Nasional Kabar Ratna Dianiaya
Fachri Audhia Hafiez • 14 Mei 2019 16:02
Jakarta: Terdakwa kasus dugaan penyebar berita bohong atau hoaks, Ratna Sarumpaet ditegur hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Keterangan Ratna dinilai tidak konsisten.
 
Awalnya, kuasa hukum Ratna, Desmihardi, menanyakan mengenai kepulangan kliennya usai operasi plastik dari Rumah Sakit khusus (RSK) Bina Estetika, Menteng Jakarta Pusat, Senin, 24 September 2018. Ratna mengaku pulang karena ada janji dengan seseorang bernama Deden.
 
Ratna kemudian ditanyakan kapan rencananya pertemuan berlangsung. Dia mengaku pertemuan digelar setelah pulang dari RSK. Namun, ketua majelis hakim Joni menyanggah saat Ratna menjawab pertanyaan itu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saya perhatikan saudara sudah tidak konsisten memberikan jawaban. Itu sangat merugikan saudara sendiri. Kalau saudara tidak konsisten, kita skors dulu," tegas hakim Joni di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa, 14 Mei 2019.
 
Ratna menolak sidang diskors. Ibunda dari artis Atiqah Hasiholan itu meminta agenda pemeriksaan dia dilanjutkan.
 
Saat dikonfirmasi lagi, Ratna mengatakan jika pertemuan tersebut direncanakan sebelum pulang dari rumah sakit. Mendengar hal itu, hakim Joni kembali meminta Ratna agar tegas dalam menjawab.
 
"Karena kalau jawabnya enggak, berbelit-belit, tidak konsisten, itu kan semua jadi bahan pertimbangan," ucap Hakim Joni.
 
Ratna Sarumpaet sebelumnya didakwa menyebarkan berita bohong atau hoaks. Jaksa menilai cerita bohong yang dirangkai Ratna seolah-olah benar terjadi penganiayaan oleh orang yang tidak dikenal di Bandung, Jawa Barat.
 
Baca: Ratna Sarumpaet Anggap Bohong Dipukuli Masuk Akal
 
Cerita Ratna turut disertai dengan mengirim foto wajah lebam ke media sosial. Menurut jaksa, perbuatan itu mengakibatkan kegaduhan dan keonaran di masyarakat.
 
Sejumlah tokoh ikut angkat bicara mengenai kabar yang disebar Ratna itu. Namun, Ratna kemudian mengakui bahwa foto lebamnya itu dampak dari operasi plastik yang dijalaninya.
 
Akibat perbuatannya, Ratna didakwa melanggar Pasal 14 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan Pasal 28 juncto Pasal 45 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).
 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:26
  • SUBUH04:36
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif