KPK Periksa 14 Saksi Kasus Lapas Sukamiskin

Sunnaholomi Halakrispen 24 Oktober 2018 07:43 WIB
suap fasilitas lapas
KPK Periksa 14 Saksi Kasus Lapas Sukamiskin
Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK Yuyuk Andriati Iskak--Medcom.id/Sunnaholomi Halakrispen.
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa 14 saksi terkait kasus dugaan suap jual beli fasilitas mewah di Lapas Sukamiskin. Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK Yuyuk Andriati Iskak mengatakan, seluruhnya diperiksa untuk tersangka yang sama.

"KPK memeriksa 14 orang saksi untuk tersangka WH (Wahid Husein) dalam tindak pidana suap kepada penyelenggara negara terkait dengan pemberian fasilitas, pemberian perizinan, ataupun pemberian lainnya di LP Klas 1 Sukamiskin," ujar Yuyuk di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Selasa, 23 Oktober 2018.

Yuyuk menuturkan, pemeriksaan dilakukan di Gedung KPK dan di Lapas Kelas IA Sukamiskin. Ke-14 saksi untuk tersangka Wahid Husein selaku Kepala Lapas Sukamiskin pun memenuhi panggilan KPK dan telah diperiksa. "Saksi semuanya hadir memenuhi panggilan penyidik," tuturnya.


Terkait para saksi, kata Yuyuk, seluruhnya berasal dari kalangan yang berbeda. "Unsur saksinya adalah pegawai negeri sipil (PNS) di Lapas Sukamiskin, narapidana, dan swasta," imbuh dia.

Baca: Kalapas Sukamiskin Jadi Tersangka

Sementara itu, di antara ke-14 saksi, terdapat nama terpidana kasus korupsi Fuad Amin dan Tubagus Chaeri Wardana (Wawan). Kemudian, diperiksa juga narapidana lain bernama Haji Usman. Ketiganya diperiksa di Gedung KPK Jakarta.

KPK menetapkan empat tersangka dalam kasus dugaan suap jual beli fasilitas mewah di Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat. Keempat tersangka itu ialah Kalapas Sukamiskin Wahid Husen, Hendy Saputra selaku staf Wahid, napi korupsi Fahmi Darmawansyah, dan napi umum Andi Rahmat selaku tangan kanan Fahmi.

Wahid diduga menerima dua unit mobi, Mitsubishi Triton Exceed dan Mitsubishi Pajero Sport Dakkar, serta uang Rp279.920.000 dan USD1.410. Pemberian diduga sebagai imbalan dari Fahmi yang telah mendapatkan fasilitas kamar mewah di Lapas Sukamiskin.

Wahid dan stafnya selaku penerima suap dijerat Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 atau Pasal 12B Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).
 
Sedangkan Fahmi dan Andi Rahmat selaku pemberi suap disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau Pasal 13 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP jo Pasal 64 ayat 1 KUHP.



(YDH)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id