Kalapas Sukamiskin Jadi Tersangka
Suasana konferensi pers KPK soal OTT Lapas Sukamiskin Bandung. Medcom/Sonya Michaela.
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Kepala Lapas Sukamiskin Wahid Husen (WH), dan stafnya bernama Hendry Saputra sebagai tersangka dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat. Keduanya diduga menerima suap terkait fasilitas narapidana korupsi di Lapas Sukamiskin. 

Selain Kalapas Sukamiskin dan stafnya, KPK juga menetapkan dua narapidana penghuni Lapas Sukamiskin sebagai tersangka. Mereka yakni narapidana korupsi bernama Fahmi Darmawansyah (FD) dan napi kasus pidana umum atau tahanan pendamping FD, Andi Rahmat (AR).

"Diduga sebagai pemberi, FD (Fahmi Darmawansyah) napi korupsi dan AR (Andi Rahmat) narapidana kasus pidana umum/tahanan pendamping FD," kata Wakil Ketua KPK Saut Situmorang saat Konferensi Pers di Gedung KPK, Sabtu, 21 Juli 2018.


Empat tersangka ini terjaring OTT KPK di Lapas Sukamiskin, Jumat malam, 20 Juli. Selain keempatnya, KPK juga menangkap istri dari Kalapas Sukamiskin dan istri Fahmi Darmawansyah yang merupakan artis, Inneke Koesherawati.

Saut menjelaskan, KPK mendapati sejumlah uang, telepon seluler, dan fasilitas tambahan di dalam sel Lapas Sukamiskin. Fasilitas tambahan yang ditemukan antara lain AC, dispenser, televisi, dan kulkas.

Atas perbuatannya, Kalapas Sukamiskin dan stafnya selaku penerima suap disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 atau Pasal 12B Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).  

Sedangkan, Fahmi dan Andi Rahmat selaku pemberi suap disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau Pasal 13 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP jo Pasal 64 ayat 1 KUHP.



(AGA)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id