Wakapolda Metro Jaya Brigjen Wahyu Hadiningrat (tengah). Medcom.id/Siti Yona Hukmana
Wakapolda Metro Jaya Brigjen Wahyu Hadiningrat (tengah). Medcom.id/Siti Yona Hukmana

Cara Bedakan Materai Asli dan Palsu

Nasional pemalsuan
Siti Yona Hukmana • 21 Maret 2019 00:09
Jakarta: Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya membongkar tindak pidana pemalsuan materai yang diduga merugikan negara Rp30 miliar. Wakapolda Metro Jaya Brigjen Wahyu Hadiningrat menyebut materai palsu buatan pelaku hampir sulit dibedakan dengan yang asli.
 
Wahyu menjelaskan, pembuatan materai palsu ini hampir sempurna. Mulai dari sablon, hologram, hingga cetakan gambar bunga khas materai. Jadi perbedaannya kasat mata tidak terlihat. Oleh karena itu, perlu hati-hati," ujar Wahyu di Markas Polda Metro Jaya, Rabu, 20 Maret 2019.
 
Wahyu mengatakan salah satu cara membedakan materai asli dan palsu adalah dengan membandingkan harganya. Harga materai palsu biasanya lebih murah. Harga resmi materai 6.000 dijual Rp6 ribu. Ini (yang palsu) hanya Rp2.200," bebernya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Deputi Jasa Keuangan Retail dan Jaringan PT Pos Indonesia Meidiana Suryati menambahkan jika ada yang menjual harga materai di bawah standar, itu bisa diduga barang palsu. Menurut dia, harga materai tidak boleh di bawah standar.
 
"Kalau murah patut dicurigai palsu, karena harganya sudah dibanderol Rp6 ribu," ujar Meidiana.
 
Kemudian, kata dia, materai asli dan yang palsu dapat dibedakan dengan meraba permukaannya. Materai palsu jika diraba halus, sedangkan yang asli, permukaannya kasar.
 
Perbedaan lainnya terletak pada gambar bunga. Perbedaan ini dinilai paling mudah diketahui masyarakat. Gambar bunga pada materai palsu tidak akan berubah warnanya bila digoyangkan. "Sementara, kalau yang asli itu berubah warna dari magenta menjadi biru," ujarnya.
 
Membedakan materai asli dan palsu juga bisa dengan mengecek nomor seri. Dia mengatakan, materai palsu memiliki nomor seri sama.
 
Baca: 9 Pemalsu Materai Ditangkap
 
Dalam kasus ini, polisi menangkap sembilan tersangka, yakni ASR, DK, SS, ASS, ZUL, RH, SF, DA, dan R. Pengungkapan ini berawal atas laporan dari Ditjen Pajak bahwa adanya penjualan materai palsu di situs online pada Jumat, 25 Oktober 2018.
 
Semua tersangka dikenakan Undang-undang RI Nomor 13 Tahun 1985 tentang Bea Materai. Lalu Pasal 257 KUHP dan Pasal 253 KUHP. Ancamannya pidana penjara maksimal tujuh tahun.
 

(AGA)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif