Ilustrasi--Medcom.id
Ilustrasi--Medcom.id

9 Pemalsu Materai Ditangkap

Nasional pemalsuan
Siti Yona Hukmana • 20 Maret 2019 14:27
Jakarta: Subdit 3 Sumdaling Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya mengungkap kasus tindak pidana pemalsuan materai dan pencucian uang. Sebanyak sembilan pelaku dibekuk.
 
"Kami bekerja sama dengan Ditjen Pajak, Perum Peruri dan PT Pos. Dalam pengungkapan ini kami membutuhkan waktu empat bulan sejak Oktober. Kami mengamankan sembilan orang dengan peran masing-masing. Kemudian, satu orang DPO," kata Wakapolda Metro Jaya Brigjen Wahyu Hadiningrat di Polda Metro Jaya, Rabu, 20 Maret 2019.
 
Sebanyak sembilan tersangka itu yakni ASR, DK, SS, ASS, ZUL, RH, SF, DA, dan R. Mereka ditangkap di Kota Bekasi, Depok, dan Jakarta Timur.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pengungkapan ini berawal atas laporan dari Ditjen Pajak bahwa adanya penjualan materai palsu di situs online. Peristiwa itu terjadi Jumat, 25 Oktober 2018.
 
Kemudian, polisi melakukan penyelidikan di situs online tersebut. Alhasil, polisi mendapatkan bukti adanya materai palsu yang dijual dengan harga di bawah harga yang telah ditetapkan oleh pemerintah senilai Rp6 ribu untuk materai 6.000.
 
Baca: Polda Metro Bongkar Sindikat Pemalsuan Materai
 
Dengan taktik dan teknis kepolisian, kata Wahyu, penyelidik mendapatkan materai yang dijual di situs belanja online itu dengan harga Rp550 ribu per paket (lima lembar masing-masing berisi 50 keping materai). Itu dijual oleh nama yang tercantum di situs belanja online berinisial JF.
 
Polisi langsung berkoordinasi dengan Perum Peruri dan hasilnya dinyatakan palsu. "Jadi, mereka itu menjual materai 6.000 satuan dengan harga Rp2.200," ujar Wahyu.
 
Wahyu merincikan, penangkapan pertama dilakukan pada Februari 2019. Petugas mengamankan ASR dan DK di daerah Kota Bekasi. ASR berperan sebagai penyablon dan menjual materai palsu di situs online dengan menggunakan nama inisial JF. Kemudian DK berperan sebagai kurir mengirimkan paket materai palsu melalui ekspedisi.
 
Selanjutnya, dilakukan pengembangan dan mengamankan SS di daerah Depok. SS ini berperan sebagai penyedia bahan baku pembuatan matrai palsu dan membantu mencarikan percetakan.
 
Lalu, polisi kembali mengamankan pelaku lain berinisial ASS di daerah Kota Bekasi. Dia berperan membantu mencarikan percetakan dan pembuatan hologram materai palsu. "Pengembangan lagi dan tim mengamankan ZUL dan RH di daerah Jakarta Timur. Mereka berperan mencetak dasar materai palsu menggunakan mesin ofset," ungkap Wahyu.
 
Pengembangan terus berlanjut, polisi mengamankan SF dan DA di daerah Jakarta Timur. SF berperan sebagai pembuat hologram atau polimaterai palsu menggunakan mesinpoli dan DA berperan sebagai kurir atau penghubung ASR ke ZUL, RH dan SF.
 
"Lalu tim mengamankan kembali tersanga R. Dia berperan menjahit atau melubangi materai palsu menggunakan mesinporporasi atau pencacah manual dan mesin pembolong bentuk bintang dan oval," imbuh Wahyu.
 
Dari penangkapan ini polisi mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya, satu unit mesin cetak GTO warna hitam dengan merk 'Heidelberg', sembilan lembar klise film nomor seri materai, uang tunai Rp2,4 juta, 100 lembar bahan materai palsu 6.000 dengan isi 25 keping per lembar, 20 rim bahan materai 6.000 hasil cetak di Toko Mitra Printing, 20 rim bahan materai 6.000 yang telah diberi hologram dan 1.500 lembar bahan materai palsu 6.000 dengan isi 50 keping per lembar.
 
Kemudian, satu mesin cacah manual, dua mesin pembolong materai bentuk bintang dan oval dan 300 lembar dengan isi 50 keping per lembar materai 6.000 siap jual.
 
Semua tersangka dikenakan Undang-undang RI Nomor 13 Tahun 1985 tentang Bea Materai. Lalu Pasal 257 KUHP dan Pasal 253 KUHP. Ancamannya pidana penjara maksimal tujuh tahun.
 

(YDH)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif