Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Perusahaan Lain yang Terlibat Penyalahgunaan BBM Subsidi Diburu

Siti Yona Hukmana • 26 Mei 2022 19:45
Jakarta: Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri terus mendalami kasus dugaan penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis solar di Pati, Jawa Tengah. Polisi memburu perusahaan lain yang terlibat dalam kasus tersebut.
 
"Penyidik sedang mendalami keterkaitan corporate (perusahaan) lainnya yang terlibat, nanti kami akan mengungkap dengan baik dan memberikan informasi lebih detail," kata Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pipit Rismanto saat dikonfirmasi, Kamis, 26 Mei 2022.
 
Pipit mengatakan pemerintah sangat konsentrasi terhadap kelangkaan solar. Bantuan BBM bersubsidi jenis solar yang dibutuhkan masyarakat, ternyata tidak tepat sasaran. Penegakan hukum, kata Pipit, salah satu cara untuk mencegah terjadinya pelanggaran tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dittipidter Bareskrim Polri menyita kapal pengangkut bermuatan BBM bersubsidi jenis solar di Perairan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu, 25 Mei 2022. Kapal itu bersandar di gudang milik PT Aldi Perkasa Energi.
 
Kapal itu merupakan barang bukti tindak pidana penyalahgunaan BBM yang diungkap Bareskrim Polri di wilayah Pati, pada Selasa, 24 Mei 2022. Di atas kapal tersebut terdapat enam tangki penyimpanan bahan bakar yang berisi solar bersubsidi dari pemerintah. Tangki tersebut telah dipasang garis polisi.
 
Dari penelusuran diketahui kapal pengangkut itu awalnya berada di Dermaga Tanjung Emas, Semarang. Namun, kapal itu telah berada di perairan Tanjung Priok.
 
Belum diketahui pasti berapa jumlah solar bersubsidi yang ada di dalam kapal pengangkut tersebut. Namun, berdasarkan bukti dokumen yang didapat ada sekitar 125 ribu kilo liter (kl) diduga minyak solar bersubsidi.
 
Baca: Polri Ungkap 230 Kasus Penyalahgunaan BBM Bersubsidi Selama 2022
 
Dari kasus ini, Polri menetapkan 12 tersangka. Mereka, yakni MK sebagai pemilik gudang, EAS sebagai pemodal, AS sopir mobil heli, MT sopir mobil, dan SW sopir mobil.
 
Kemudian, FDA sopir mobil, FDA sopir mobil, AAP kepala gudang, dan MA sopir truk tangki kapasitas 24 ribu liter. Lalu, TH sopir truk tangki kapasitas 24 ribu liter, JS pemodal, AEP sopir mobil, dan S sopir mobil. Penyalahgunaan BBM bersubsidi yang dilakukan para tersangka sudah berjalan selama 1 tahun.
 
"Kami akan kembangkan lagi terkait kapal ini dan PT Aldi Perkasa, kemungkinan akan menambah 3-4 tersangka," ujar Pipit.
 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif