Ilustrasi/Medcom.id
Ilustrasi/Medcom.id

Perkembangan Terkini Kasus Pelecehan Seksual Pegawai KPI

Nasional polri pencabulan pelecehan seksual kpi pencemaran nama baik perundungan
Cindy • 11 September 2021 16:49
Jakarta: Kasus pelecehan seksual dan perundungan terhadap pegawai Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), MS, masih ditangani pihak kepolisian. Sejumlah terduga pelaku juga telah menjalani pemeriksaan di Polres Metro Jakarta Pusat, Senin, 6 September 2021. 
 
Polisi tidak merinci berapa orang terduga pelaku yang menjalani pemeriksaan. Namun, MS yang menjadi korban dalam kasus ini melaporkan lima orang rekan sekantornya berinisial RM, FP, RT, EO, dan CL. 

Karyawan KPI bantah melecehkan MS

Rekan kerja MS menyangkal telah melakukan pelecehan seksual terhadap MS. Kuasa hukum terduga pelaku RT dan EO, Tegar Putuhena mengatakan hingga saat ini tidak ada bukti. 
 
"Kami tidak mendapati (bukti) pelecehan seksual di tahun 2015 yang dituduhkan," kata Tegar.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hal yang sama juga disampaikan Anton, pengacara RM. Anton pun membantah kliennya merundung MS pada tahun 2017.
 
"Tahun 2015 dan 2017 semuanya tidak ada yang bisa dibuktikan dan teman-teman merasa tidak pernah melakukan," ucap Anton. 
 
Baca: Alasan Polisi Tolak Laporan Terduga Pelaku Pelecehan Pegawai KPI

Karyawan KPI sempat laporkan MS

MS yang merupakan korban pelecehan seksual dan perundungan dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh terduga pelaku, RT dan EO. Dia dilaporkan karena dianggap mencemarkan nama baik terlapor. 
 
Kuasa hukum RT dan EO, Tegar Putuhena mengaku telah menyambangi Polda Metro Jaya pada Rabu pagi, 8 September 2021. Tegar sempat konsultasi dengan penyidik soal rencana lapor balik kliennya tersebut. 
 
Penyidik pun menyarankan untuk melengkapi bukti-bukti. Baru setelah itu membuat laporan polisi. Tegar menyebut kliennya mengalami perundungan di dunia maya usai data diri disebar dalam rilis yang dimuat MS. 
 
"Ada cyber bullying dari klien saya, keluarganya, anaknya, bahkan sampai keluarganya sudah enggak berani keluar rumah," ujar Tegar.

Laporan balik terduga pelaku ditolak

Polda Metro Jaya menolak laporan dua terduga pelaku pelecehan seksual terhadap pegawai Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) MS. Laporan dilayangkan pelaku berinisial EO dan RT yang mensomasi beberapa akun media sosial yang mencemarkan nama baik mereka. 
 
Laporan itu tidak diterima lantaran keduanya masih menjalani proses hukum di Polres Metro Jakarta Pusat melalui laporan yang dilayangkan MS pada 1 September lalu. Polisi akan terlebih dahulu menyidik kasus yang sedang berjalan itu.
 
"Jadi yang pertama dulu diselesaikan, apabila kasusnya berlanjut dan diputuskan bersalah, bagaimana mungkin dia melaporkan pencemaran nama baik, karena sudah bersalah?," ujar Yusri. 
 
(MBM)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif