Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Polisi Sita Uang Tunai Rp531 Miliar dari Bandar Obat Aborsi

Nasional polri pencucian uang aborsi ilegal
Siti Yona Hukmana • 16 September 2021 17:36
Jakarta: Penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri mengusut tindak pidana pencucian uang (TPPU) terhadap bandar obat aborsi, Dianus Pionam (DP), 55. Polisi menyita uang setengah triliun rupiah dari hasi; penjual obat secara ilegal itu.
 
"Kita melakukan tracing, melakukan penyitaan sejumlah Rp531 miliar," kata Dirtipideksus Polri Brigjen Helmy Santika di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis, 16 September 2021.
 
Helmy menuturkan uang itu didapati saat penyidik Bareskrim Polri bersama Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) melakukan pengusutan pencucian uang. Polisi menemukan sembilan rekening perbankan yang terdapat uang cukup fantastis.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"DP tidak memiliki pekerjaan tetap, dia tidak punya perusahaan dan lain sebagainya tapi memiliki jumlah uang yang fantastis di perbankan," ujar Helmy.
 
Helmy mengatakan uang itu dipastikan berasal dari hasil penjualan 31 obat ilegal. Salah satunya obat aborsi, Cycotec. Dianus mendapatkan puluhan jenis obat-obatan itu dari luar negeri. Dia menjual dengan keuntungan variatif antara 10-15 persen.
 
Hasil keuntungan itu disembunyikan dengan berbagai macam. Antara lain dimasukkan ke dalam rekening, membeli produk asuransi, deposito, obligasi retail Indonesia (ORI) atau instrumen surat berharga negara (SBN), menanam saham, dan sebagainya.
 
"Kita juga menyita sejumlah aset, ada mobil sport, kemudian dua unit rumah di Pantai Indah Kapuk (PIK), apartemen dan tanah, serta tidak menutup kemungkinan aset-aset yang lain, karena masih berkembang terus," ungkap Helmy.
 
Baca: Polres Mojokerto Bongkar Sindikat Pengedar Obat Aborsi
 
Helmy menegaskan obat-obat itu bukan palsu. Polisi mempermasalahkan kasus ini karena Dianus menjual obat tanpa izin.
 
Dianus membeli obat-obatan dari luar negeri dalam jumlah besar. Menurut Helmy, hal itu tidak diperbolehkan. Pengedaran obat itu termasuk tindakan ilegal.
 
Dianus telah menjalan aksinya sejak 2011. Warga Pantai Mutiara Blok AD/2 Kelurahan Pluit, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, itu ditangkap Polsek Mojokerto pada Maret 2021 atas kasus pengedaran obat aborsi. Dianus tengah menjalani persidangan.
 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif