Polisi menangkap sindikat pengedar obat aborsi ilegal. (Foto: Metro TV/Tamam Mubarok)
Polisi menangkap sindikat pengedar obat aborsi ilegal. (Foto: Metro TV/Tamam Mubarok)

Polres Mojokerto Bongkar Sindikat Pengedar Obat Aborsi

Nasional aborsi ilegal
Tamam Mubarok • 10 Maret 2021 13:18
Mojokerto: Polres Mojokerto, Jawa Timur, membongkar sindikat peredaran obat aborsi kandungan yang diedarkan luas skala nasional. Selain menangkap delapan tersangka, dari sindikat ini polisi juga menyita barang bukti 2.292 butir obat penggugur kandungan bermerek Cytotec.
 
Kapolres Mojokerto, AKBP Dony Alexander, mengatakan, sindikat peredaran obat penggugur kandungan tersebut telah beroperasi sejak lama dan peredarannya mencakup sejumlah wilayah di pulau Jawa, Sumatra, dan Kalimantan.
 
Selain tersangka dan ribuat butir obat Cytotec, polisi juga menyita buku tabungan, kartu kredit, handphone, serta satu mobil. Satu dari delapan tersangka adalah NM, 25 tahun, warga Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, salah satu pengguna Cytotec.
 
Sedangkan tujuh tersangka lainnya lainnya adalah pengedar obat kategori daftar G, yang hanya bisa diperoleh menggunakan resep dokter. Ketujuh pelaku sindikat peredaran obat-obatan penggugur kandungan ini ditangkap di kawasan Tangerang, Banten, dan sebagian di Jakarta.
 
“Tersangka atas nama Ardian, menjual obat tersebut secara berantai ke temannya. Harganya sebesar Rp500 ribu. Keuntungannya Rp300 ribu per strip berisi 10 butir,” kata Dony, Rabu, 10 Maret 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca juga: Ribuan Ulama dan Imam Masjid di Sidoarjo Ikuti Vaksinasi Covid-19
 
Salah satu tersangka, Zulmi, 32, warga Neglasari, Kabupaten Tangerang, mengaku telah 10 kali melayani pembelian obat penggugur kandungan sekaligus cara pemakaiannya melalui media sosial Facebook.
 
Ia mengaku tak paham tentang resep medis dari kedokteran. Ia hanya bermodal membaca literatur dari media sosial tentang obat Cytotec tersebut.
 
“Saya tidak ada ilmu atau latar belakang kesehatan. Saya sering membaca artikel di media sosial terkait cara memakai obat tersebut. Di FB banyak yang mencari obat tersebut,” kata Zulmi.
 
Terbongkarnya sindikat ini, imbuh Dony, berawal dari adanya makam misterius yang ditemukan warga di TPU Desa Sampang Agung, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, 14 Januari 2021. Makam tersebut dibongkar dan didapati janin berusia empat bulan. 
 
Petugas yang melakukan penyelidikan akhirnya menangkap, NM selaku ibu bayi, yang sengaja menggugurkan kandungannya dengan mengkonsumsi Cytotec.
 
“Dari keterangan tersangka NM inilah, akhirnya kami berhasil membongkar sindikat ini. Otak sindikat berinisial JFL (Jong Fuk Liong) saat ini berstatus buron,” jelasnya.
 
(MEL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif